Tuban – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), sebagai otoritas tertinggi ketenagakerjaan di tanah air, berusaha menekan tingginya angka kecelakaan kerja para pekerja/buruh di tempat kerja. Sosialisasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerja/buruh yang bekerja di kawasan-kawasan industri terus digalakkan.
Sampai akhir 2010 terjadi 65.000 kasus kecelakaan kerja, sedangkan pada tahun 2009 tercatat 96.314 kasus dengan rincian 87.035 sembuh total, 4.380 cacat fungsi, 2.713 cacat sebagian, 42 cacat total dan 2.144 meninggal dunia.
Pada agenda yang sama Jum’at pagi, 11/02/2011 di lapangan upacara PT. United Tractors Semen Gresik, Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Bupati Tuban, Dra Hj. Haeny Relawati Widyastuti, MSi memberikan kepada 11 Perusahan yang berada di Tuban dan memberikan sebanyak 7350 paket sembako untuk masyarakat Tuban.
Dikatakan Haeny, saat ini dibutuhkan sosialiasi penerapan K3 yang melibatkan pekerja dan masyarakat umum secara langsung. Menurutnya, hal ini bertujuan agar pekerja dan masyarakat umum sadar mengenai pentingnya mengenakan peralatan pelindung diri, seperti helm,sepatu,
kaos tangan dan lainnya. ”Dengan berbagai upaya dan kerja sama sosialiasi penerapan K3 yang dilakukan pemerintah, pengusaha, pekerja dan masyarakat umum, kita berharap tahun 2015 bisa terwujud Indonesia Berbudaya K3.”
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam penerapan K3 di perusahaan ada tiga pendekatan penting untuk pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Antara lain meliputi, pendekatan keorganisasian, pendekatan teknis dan pendekatan individu tenaga kerja. “ Dalam metode pendekatan keorganisasian dilaksanakan dengan merancang, mengembangkan dan
melaksanakan kebijakan program dan memfungsikan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di masing-masing perusahaan.”
Sedangkan ketika dikonfirmasi ke humas PT. United Tractors Semen Gresik, Nuyoso (43), mengatakan bahwa PT. UTSG selalu mengedepankan pendekatan teknis, dilakukan dengan merancang kerja peralatan kerja, penerapan prinsip-prinsip ergonomic, hygiene industri dan pelaksanaan norma keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. “Pendekatan lainnya adalah pendekatan individu yang dapat diupayakan dengan memperkuat sikap dan motivasi tentang K3, menyediakan pelatihan K3 serta memberikan penghargaan kepada karyawan dalam bentuk program insentif,” katanya.
Bagi peraih penghargaan salah satunya dari Perum Perhutani KPH Kebonharjo dan Jatirogo mengatakan bahwa sosialisasi tentang keselamatan tenaga kerja (SDM) telah mereka lakukan sejak gaung Program K3 ini bergulir. “Kita laksanakan ini karena instruksi pelaksanaan kebijakan pemerintah di institusi kami sudah lama diperintahkan oleh Direktur Utama Perum Perhutani melalui Kepala Unit Perhutani,” ujar Ir. Sudharwanto (43), Adm KPH Kebonharjo. (memet)
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Rusia-Qatar Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan di Moskow
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia









