AS Desak Taliban Putuskan Hubungan Dengan Al-Qaeda

Taliban-from-WikimediaPemerintah Amerika Serikat terus berupaya menekan Taliban Afganistan agar memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda. Dalam pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dihadapan anggota organisasi Asia Society di New York, Clinton mengatakan strategi pemerintahan Obama memberikan Taliban pilihan nyata, memutuskan hubungan dengan al-Qaida dan bergabung dengan masyarakat Afghanistan, atau terus berpihak dengan teroris dan menghadapi akibat-akibatnya dari dunia internasional.

Keberpihakan Taliban terhadap Al-Qaeda selama ini membuat Amerika gerah, Clinton menganggap Taliban telah keliru membuat pilihan setelah serangan 11 September 2001 dengan melindungi Al-Qaeda.

Menlu Clinton mengatakan pemerintahan Barack Obama sedang melancarkan tiga aksi secara berbarengan: aksi militer terhadap Al-Qaeda dan Taliban, kampanye sipil untuk mendukung pemerintah Afghanistan dan Pakistan, dan mendorong upaya diplomasi yang intensif untuk mengakhiri perang dan merencanakan masa depan yang aman bagi kawasan itu.

AS dewasa ini meningkatkan tekanan aksi militer terhadap Taliban, hal itu untuk mendesak Taliban memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda, menyerahkan senjata dan tunduk kepada konstitusi Afghanistan, dan mereka dapat bergabung dalam masyarakat Afghanistan.

Amerika mengancam jika Taliban menolak berarti mereka akan terus menghadapi akibat-akibat dari hubungan dengan Al-Qaeda. Clinton sangat yakin Taliban tidak bisa mengalahkan Amerika dan sekutunya. “Mereka tidak bisa mengalahkan kita. Mereka juga tidak dapat menghindar dari pilihan ini,” paparnya.

Clinton mengulangi itikad pemerintahan Obama untuk mulai menarik pasukan dari Aghanistan bulan Juli kalau situasi di lapangan memungkinkan, dan menyelesaikan proses penarikan itu menjelang akhir 2014 di mana tak ada pasukan Amerika yang tersisa.

Clinton menyatakan, ”Tekad keras kita sepatutnya tidak disalahpahami sebagai keinginan Amerika atau sekutu kita untuk menduduki Afghanistan karena bertentangan dengan keinginan rakyatnya. Kita menghormati sejarah perlawanan Afghanistan terhadap pendudukan asing. Kita tidak mencari pangkalan militer permanen di negara mereka atau kehadiran yang dapat menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga Afghanistan.”

Clinton juga menyesali ”rasa saling tidakpercaya” antara Pakistan dan Afghanistan yang sudah berlangsung lama dan mendesak kerjasama yang lebih luas.

Ia mengatakan Pakistan harus mengambil ”langkah-langkah yang menentukan” untuk memastikan Taliban tidak dapat melancarkan serangan dari wilayah Pakistan. (voa/ed.aso)