Tuban-Sedikitnya 400 orang lebih berusia 19 tahun sampai 29 tahun beramai-ramai mendatangi empat kantor Perum Perhutani di empat kantor KPH diwilayah Kabupaten Tuban (KPH Keboharjo, KPH Jatirogo, KPH Tuban dan KPH Parengan) untuk mendaftarkan sebagai pekerja di lapangan (tenaga penjaga hutan atau Polisi Hutan dan Mandor Tanaman).
Pendaftaran yang dibuka mulai kemarin tanggal 21 February 2011 ini tengah berlangsung ini dengan batas akhir pendaftaran bagi karyawan di salah satu perusahaan Badan Usaha Mlik Negara (BUMN) hingga tanggal 23 February 2011 (hari terakhir).
Dari simulasi total pendaftaran memang sejak awal pengumannya tidak transparan melalui media baik itu media elektroni, visual dan maupun cetak mempunyai maksud ingin mendapatkan SDM berkualitas di sekitar kawasan hutan.
“Memang dari pusat(Direksi Perum Perhutani Jakarta) mengeluarkan surat keputusan yang pada intinya ingin SDM yang lokasi rumahnya dekat kawasan hutan. 24 jam paling tidak mereka siap mengemban dan menjalankan tugasnya, kata Adm KPH Tuban, Ir. Uud Hariyadi Yogasara dikonfirmasi diruang kerjanya, 23/02/2011.
Dalam aturan yang dikeluarkan di papan pengumuman di tiap Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH/Asper) setingkat kecamatan memang menyebutkan kualifikasinya tidak diperuntukkan hanya kaum adam saja. Namun para pelamar kurang memahami poin-poin dipapan itu yang semestinya sebagai tenaga lapangan rata-rata dimanapun hanya laki-laki saja.
“Jika kita menampung pelamar dari kaum hawa dikhawatirkan sangat berbahaya. Sebab rutinitas para pekerja dari dulu dilakukan oleh teman-teman pekerja lapangan dari kaum laki-laki. Di Perusahaan Negara ini penjaga hutan yang nanti akan dibutuhkan dan diperkerjakan untuk pengambilan karyawan tahun ini,” kata Afwandy, Adm KPH Parengan.
Terkait dengan mengapa anak-anak kota tidak ada yang ikut, Adm Jatirogo, Riyanto mengatakan jika sasarannya adalah anak desa. “Menurut saya adalah yang diperlukan akses gerak cepat untuk secepatnya kondisi dilapangan segera diperlukan. Seperti di Jatirogo, disekitar hutan kecamatan Bangilan dan Jatirogo hampir saat terjadi pencurian kayu,” ungkapnya.
Pelaksanaan perekrutan pekerja lapangan ini, menurut jadwal yang telah diumumkan di tiap papan pengumuman di kantor KPH akan diumumkan siapa-siapa calon pelamar yang dicantumkan akan diberitahukan bahwa tanggal 07 Maret 2011 dipanggil untuk mengikuti test lanjutan. (memet )









