PLN Jawa Timur segera Pasang 3 Juta Sambungan Baru

SAMBUNGAN BARUSURABAYA – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, siap melakukan pemasangan 122.339 KWh meter baru kepada sejumlah pelanggan rumah tangga di Jatim karena masa berlaku alat tersebut habis dan mengalami kerusakan.

“Kami akui ada 3 juta unit KWh meter yang kedaluwarsa di Jatim sampai sekarang. Kami butuh waktu untuk mengganti KWh meter yang rusak maupun habis masa berlakunya mengingat segala keterbatasan,” tutur Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim (Persero), Arkad Matulu, di Surabaya.

Arkad mengungkapkan beragam keterbatasan tersebut di antaranya kesiapan material KWh meter dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di lapangan. Akan tetapi, secara periodik PLN siap mengganti KWh meter di wilayah distribusinya yang tidak layak digunakan. Kalau pada tahun 2010 PLN sudah mengganti sebanyak 893.726 unit di Jatim.

“Sementara, pada tahun ini Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Pamekasan mendominasi penyaluran KWh meter baru sebanyak 18.739 unit,” sebut Arkad.

Di posisi selanjutnya APJ Surabaya Selatan dengan 17.605 unit KWh meter dan APJ Madiun dengan 13.397 unit KWh meter. Mengenai seluruh penyalurannya ke pelanggan tanpa dikenakan biaya.

“Namun, per KWh meter baru tersebut setara dengan antara Rp200.000,00 – Rp300.000,00 per unit,” ungkap Arkad.

Menyangkut pernyataan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim (22/2) tentang 3 juta KWh meter yang perlu ditera ulang, menurut dia, PLN sama sekali tidak memiliki kewajiban menera ulang KWh meter yang kedaluwarsa. Namun, perseronya siap mengganti kapanpun.

“Walau biaya tera ulang KWh meter terjangkau atau Rp3.500,00 per unit, lebih baik diganti karena seluruh komponen di alat itu sudah tidak layak pakai. Sementara, masa berlaku pemakaian KWh meter pelanggan 10 tahun,” tutur Arkad.

Arkad mengakui siap menyelesaikan permasalahan Kwh meter dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim secara institusional, meskipun kedinasan tersebut mengancam akan membawa PLN ke pihak berwajib.

“Paling cepat setelah akhir bulan ini, kami dan General Manager PLN Jatim akan menyelesaikannya. Apalagi tanggal 28 Februari masih ada kesibukan seperti menghadiri rapat kerja di Bali,”tandas Arkad.

Mengenai mekanisme penggantian KWh meter, ia mengemukakan, pelanggan rumah tangga akan didatangi langsung petugas dari Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) di mana mereka berada.

“Petugas kami di setiap UPJ memiliki data induk langganan. Setahu kami, KWh meter terlama masa berlakunya kadaluarsa sekitar tahun 1998,” ujar Arkad. (doni sujito) .