Belum Ada Permintaan Agar NATO Intervensi Libya

libya-protests_007Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan aliansi tersebut tidak berencana melakukan intervensi terhadap kerusuhan di Libya. Hal itu diungkapkan di Ukraina hari ini, Kamis 24 Februari 2011.

Rasmussen mengatakan pihaknya belum menerima permintaan agar NATO melakukan intervensi terhadap Libya, tindakan NATO harus didasarkan pada mandat PBB. Situsasi di Libya menurut Rasmussen tidak mengancam NATO maupun sekutunya, namun kondisi di sana membuat orang banyak mengungsi.

Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi menghadapi tekanan internasional setelah pemerintahannya menggunakan cara-cara kekerasan menghadapi demonstran.

Sementara Uni Eropa telah memutuskan mengambil langkah-langkah persiapan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Libya. Selain Uni Eropa, Amerika Serikat juga sedang mempertimbangkan melakukan hal serupa.

Presiden AS Barack Obama Rabu kemarin mengatakan pihaknya telah memerintahkan tim keamanan nasional untuk mempersiapkan berbagai opsi berkaitan dengan krisis di Libya.

Menurut Obama, tindakan kekerasan di Libya melanggar norma-norma internasional dan mengakibatkan penderitaan serta pertumbahan darah. Bagi Obama itu memalukan dan tidak bisa diterima.

Lebih lanjut dikatakan dirinya telah mengutus Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Jenewa untuk menghadiri sebuah dialog internasional. Dialog tersebut bertujuan mencari jalan keluar bagaimana menghentikan tindak kekerasan.

Hari Rabu kemarin Clinton mengatakan kekhawatiran utama Washington adalah keselamatan dan keamanan warganya, mereka harus segera dievakuasi dari Libya. (voa/aso)