Usai Sidang, Munarman Kembali Memarahi Jaksa

munarmanmaiwanews – Saat hakim mengetuk palu tanda sidang selesai, salah seorang pengacara Abu Bakar Ba’asyir, Munarman kembali mendatangi meja jaksa penuntut umum (JPU) dan langsung marah, bahkan dengan mata melotot.

Puluhan anggota polisi dari pasukan Gegana dengan senjata lengkap langsung memasuki ruangan sidang untuk mengamankan situasi, terlebih karena jaksa yang dimarahi juga terpancing emosinya sehingga terjadi ketegangan.

Sebelumnya, saat berlangsung sidang yang mengagendakan pembacaan tanggapan jaksa atas eksepsi terdakwa Abu Bakar Ba’asyir, Munarman marah karena namanya disebut-sebut dalam surat tanggapan jaksa.

“Menanggapi pernyataan keberatan secara lisan salah satu penasihat hukum terdakwa yaitu Munarman. Pertama, pernyataannya hanya sebuah retorika yang kurang santun dan bersifat provokatif. Kedua, pernyataannya tidak menunjukkan tingkat seorang Muslim yang semestinya yaitu memberikan penghormatan yang sudah meninggal dunia,” kata JPU.

Keberatan namanya disebut secara pribadi, Munarman berang. “Tolong jangan bawa nama saya dalam perkara ini. Saudara jangan cengegesan,” kata Munarman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl Ampera Raya Jaksel, Senin 7 Maret 2011.

Sontak saja, massa pendukung Abu Bakar Ba’asyir yang hadir di persidangan itu bertakbir dan berteriak, “Jaksa nggak tahu malu!” – “Jaksa kafir!”.