Tsunami Jepang: KJRI Osaka Minta WNI Waspada

Image from the Japanese Earth Quake & TsunamiGempa besar terjadi di Prefektur Miyagi, sebelah utara Jepang berkekuatan 8,9 SR hari Jum’at, 11 Maret 2011, pukul 14.46 diikuti tsunami dengan ketinggian mencapai 10 meter di wilayah tersebut.

Gempa itu juga dialami di wilayah Osaka yang berjarak sekitar 800 km dari Prefektur Miyagi dengan kekuatan 3. Skala Richter. Hingga pukul 17.00, dilaporkan ketinggian air di Osaka mencapai 0,5 m.

KJRI Osaka Jepang dalam rilis persnya menginformasikan hingga saat ini di wilayah Osaka dan sekitarnya tidak diterima laporan adanya korban akibat gempa. Menurut pemantauan KJRI Osaka, dari laporan Perhimpunan Pelajar Indonesia yang berada di wilayah kerja KJRI Osaka, hingga saat ini masyarakat Indonesia di Osaka dalam keadaan aman.

Berdasarkan informasi dari berita televisi nasional Jepang, di beberapa wilayah sekitar pantai Prefektur Wakayama, sebelah selatan Prefektur Osaka, terdapat himbauan untuk mengungsi. Jalur kereta super cepat shinkansen dari Osaka ke shizuoka untuk sementara waktu juga diberhentikan karena putusnya aliran listrik di wilayah Tokyo-Shizuoka.

Sebagai informasi, di wilayah Jepang Barat yang mencakup 17 Prefektur terdapat 6.161 warga Indonesia. Konsentrasi terbesar berada di Osaka dengan jumlah WNI sebesar 1.217 warga, Hyogo 728 warga, Okayama 491 warga, dan Hiroshima 842 warga.

Perdana Menteri Naoto Kan menyampaikan himbauan agar masyarakat tetap tenang. KJRI Osaka pun terus melakukan pemantauan dan menghimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan segera melapor ke KJRI Osaka apabila membutuhkan pertolongan.