Jakarta – Perusahaan perminyakan dan gas bumi plat merah, Pertamina, berencana menaikkan lagi harga elpiji untuk rumah tangga. Jenis Elpiji rumah tangga yang akan dinaikkan adalah ukuran tabung 12 dan 50 kg.
Besaran kenaikan seperti yang disampaikan Direktur Pemasaran Ahmad F beberapa waktu lalu, diperkirakan Rp. 100/kg, sama dengan jumlah kenaikan elpiji yang diberlakukan Pertamina September tahun lalu.Untuk menjaga stabilitas ketersediaan, Pertamina akan menyiapkan sebanyak 140 ribu ton.
Kenaikan harga tersebut dianggap tidak masaalah karena elpiji ukuran 12 dan 50 kg. secara umum tidak digunakan digunakan oleh masyarakat miskin, di samping itu, besaran kenaikan juga relatif tidak terlalu tinggi.
Menurut Vice President Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra, kenaikan itu diharapkan harga elpiji makin mendekati harga keekonomian. Berdasarkan rata – rata CPA antara Januari hingga Desember 2009 adalah 515 US Dollar/MTon, dengan kurs rata -rata Rp. 10.418/dollar Amerika, maka harga keekonomian elpiji di luar pajak dan keuntungan usaha elpiji ukuran 12 kg adalah Rp. 7.425/kg.
Seperti contoh, pada tahun 2010, terjadi tren kenaikan harga elpiji dari CP Aramco. Dari harga 380 dollar Amerika/ Mton pada Januari 2009, naik menjadi 735,5 dollar Amerika/Mton pada Januari 2010, atau naik sebesar 194 %.
Sejumlah kalangan menganggap, jika harga elpiji ukuran besar makin mahal, maka dikhawatirkan konsumen akan berbondong – bondong beralih ke elpiji ukuran 3 kg, sehingga dapat mengganggu ketersediaan pasokan.









