Peneliti di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat mengembangkan virus phage untuk memberantas bakteri perusak makanan seperti salmonela dan E. coli.
Virus tersebut menyerang bakteri dengan cara menempelkan diri pada bakteri itu, kemudian menyuntikkan DNA-nya ke dalam sel bakteri tersebut. Phage masuk ke dalam bakteri dan berkembang biak, dengan begitu phage akan membunuh bakteri.
Intralytix, sebuah perusahaan biokteknologi, memproduksi virus itu dengan nama Listshield, phage pertama yang disetujui Badan Perlindungan Pangan dan Obat-obatan Amerika (FDA) untuk dipergunakan dalam makanan. Virus listshield dibuat untuk memberantas Listeria, bakteri yang terdapat pada makanan hasil laut.
Alexander Sulakvelidze, kepala penelitian itu dan sekaligus pendiri Intralytix, mengatakan, “Yang sedang kami lakukan adalah mencari phage yang paling efektif, memproduksinya dan menggunakannya dengan cara menyemprotkannya pada permukaan bahan makanan, sehingga dapat memperbaiki keamanan pangan.”
Dalam bulan Februari 2011, Ecoshield yang diproduksi perusahaan itu juga mendapat persetujuan FDA. Ecoshield digunakan untuk memberantas bakteri E.coli yang terdapat pada daging, makanan hasil laut atau sayuran.
Pengembangbiakan phage bukan hal baru. Phage ditemukan oleh ilmuwan Prancis tahun 1916.
Para pakar mengatakan meskipun tidak ada cara yang dapat membuat makanan benar-benar aman, penggunaan phage sangat membantu. Intralytix mengatakan tahun depan akan membuat phage untuk memberantas bakteri salmonella. (voa/aso)









