maiwanews – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan pemerintah serius dan aktif bekerja membebaskan ABK yang disandera Perompak Somalia sejak awal. Semua opsi dipertimbangkan dan kini telah disiapkan.
“Semua cara kita pertimbangkan, semua opsi kita pertimbangkan dan opsi-opsi itu sekarang pun telah kita persiapakan,” kata Presiden SBY di Kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 12 April 2011.
Namun presiden SBY menegaskan, pemerintah tidak bisa menjelaskan semua opsi tersebut ke publik karena hal itu menyangkut masalah keselamatan 20 orang ABK yang disandera termasuk keselamatan petugas pembebasan.
Dijelaskan SBY, dalam UU No 14 2008 tentang Keterbukan Informasi Publik, diatur dengan gamblang bahwa ada informasi yang tidak bisa dibuka di arena publik seperti yang berkaitkan dengan operasi ketahanan keamanan dan operasi penegakkan hukum, termasuk di dalmnya saat menghadapi kejahatan transnasional.
Seperti diberitakan sebelumnya, kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab. Kapal milik Samudra Indonesia itu dibajak saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu.
Kapal tersebut berisi 20 orang awak kapal Warga Negara Indonesia (WNI) dari keseluruhan 31 orang awak kapal. Kapal yang memuat biji nikel itu seharusnya sudah sampai 34 hari setelah hari keberangkatan.
Para perompak dikabarkan meminta tebusan kepada pemilik kapal sebesar US $ 3 juta, sementara versi lain menyebut mereka meminta US $ 3,5 juta.
Arus Balik Lebaran, Korlantas Akan Terapkan 'One Way' Lokal & Nasional
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Blinken Sampaikan Pernyataan Terkait Meninggalnya Jimmy Carter
Polda Sumbar Mulai Operasi Pemberantasan Tambang Ilegal di Solok Selatan
Biden dan Sekutu akan Serukan Kembali Gencatan Senjata di Gaza









