maiwanews – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Marty Natalegawa mengungkapkan pemerintah Indonesia sudah menyiapkan opsi lain untuk menyelamatkan ABK kapal MV Sinar Kudus yang sudah lebih sebulan disandera perompak Somalia.
“Pemerintah sudah menyiapkan opsi lain. Kapan akan dilaksanakan (pembebasan sandera), tergantung situasi dan kondisi, dan pemerintah akan bergerak cepat,” kata Marty Natalegawa kepada wartawan Kamis, 21 April 2011.
Ungkapan tersebut disampaikan Marty usai menghadiri acara penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Sultan Brunei Darussalam di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.
Marty tak bersedia mengungkapkan opsi lain yang dimaksud itu. Namun dijelaskan Marty, yang diutamakan oleh pemerintah adalah keselamatan para sandera. “Pemerintah akan lebih mengutamakan keselamatan korban,” kata Marty.
Ditambahkan Marty, selama ini pemerintah Indonesia tidak pernah melakukan negosiasi langsung dengan para perompak. Menurutnya, yang berkomunikasi dengan perompak adalah pemilik kapal, lalu melakukan koordinasi dengan pemerintah.
Seperti diketahui, kapal kargo MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia yang dibajak, sedang mengangkat bijih nikel milik PT Antam dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju ke Rotterdam, Belanda. Nikel tersebut bernilai sekitar Rp. 1,4 triliun.









