maiwanews – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menopolhukam), Djoko Suyanto membantah sinyalemen adanya keterlibatan pihak intelijen negara di balik gerakan Negara Islam Indonesia (NII).
Menanggapi sinyalemen itu, Djoko membanyah dengan enteng. “Kayak kurang kerjaan TNI sama intelijen saja,” kata Djoko ketika menghadiri sebuah acara di Menara Bidakara, Jakarta, Kamis 28 April 2011.
Sebelumnya Djoko juga mengatakan, dirinya belum yakin bahwa NII KW 9 yang sering dikaitkan dengan praktik cuci otak akan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Djoko, gerakan mereka (NII) belum digategorikan besar.
“Untuk mengancam kehidupan negara dan bangsa, kita masih belum lihat sebesar itu,” ungkap Djoko lagi.
Meski begitu, mantan Panglima TNI itu tetap meminta masyarakat waspada dan percaya pada pihak keamanan. Pemerintah katanya, tidak diam saja, pengawasan tetap dilakukan terhadap setiap upaya-upaya untuk keluar dari negara kesatuan Indonesia yang sudah disepakati.
Kasus NII kembali mencuat menyusul peristiwa sejumlah mahasiswa dilaporkan jadi korban cuci otak. Kabar terbaru, terdapat 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur, dikabarkan hilang.
Sejumlah kalamgan menilai, gerakan NII yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, sengaja diciptakan untuk kepentingan politik tertentu. Bahkan mencuatnya kembali berita NII dikaitkan dengan revisi UU intelijen.
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman
Dankormar Sambut Kepulangan Satgas TNI Kontingen Garuda Unifil TA 2024
Prabowo Subianto Sambut Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar









