Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri-nya mengeluarkan Travel Alert atau waspada perjalanan setelah Presiden Barack Obama mengkonfirmasi kabar kematian pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden.
Dalam pernyataan resminya, Deplu AS memperingatkan warganya di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi kekerasan anti Amerika semakin meningkat paska kematian Bin Laden. Warga AS disarankan untuk membatasi perjalanannya.
Deplu AS juga menghimbau warganya untuk menghindari pertemuan massa dan demonstrasi. Himbauan waspada perjalanan tersebut berakhir pada tanggal 1 Agustus 2011.
Dalam pernyataan resminya Deplu AS menginformasikan kedubes AS akan tetap buka namun dalam kondisi siaga tinggi kalau-kalau kondisi kemanan tidak memungkinkan. Demikian pula halnya dengan fasilitas pemerintah lainnya di seluruh dunia.
Kedubes dan Konsulat AS akan terus berupaya memberi pelayanan kepada warganya terutama untuk kepentingan darurat. Warga AS diharap untuk terus memantau media lokal dan tetap melakukan kontak dengan kedubes atau konsulat terdekat, serta dengan keluarga dan teman-teman.
Bagi warga yang akan bepergian keluar negeri diminta mendaftarkan diri ke Department of State’s Smart Traveler Enrollment Program (STEP) untuk mendapatkan informasi terkini terkait masalah keamanan dan perjalanan. Jika tidak memiliki akses internet, pendaftaran dapat dilakukan secara langsung ke Kedubes atau Konsulat. Dengan mendaftar, warga AS telah membantu Kedutaan Besar AS atau Konsulat untuk menghubungi mereka dalam keadaan darurat. (Deplu AS/aso)
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki
Presiden Lantik 961 Kepala Daerah Secara Serentak
Korpolairud Jalin Kerja Sama dengan Akademi Pelayaran dan Penerbangan
Pj Sekda Makassar Irwan Adnan dan Keluarga Gunakan Hak Pilih di TPS 003 Pisang Selatan
Pjs Wali Kota Arwin Azis Silaturahmi di Kecamatan Bontoala, Tekankan Netralitas Sambut Pilkada









