Agum Gumelar sebagai Ketua Komite Normalisasi menghentikan Kongres PSSI di Hotel Sultan Jakarta, Jumat malam, 20 Mei 2011.
Penghentian kongres itu dilakukan dengan alasan suasana tidak kondusif. “Karena suasana sudah tidak kondusif dengan mengucap alhamdulillah dan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, sidang ditutup”, demikian dikatakan Agum sesaat sebelum mengetuk palu.
Agum dan Anggota Komite Asosiasi FIFA, Frank Van Hattum kemudian diarahkan keamanan keluar ruangan kongres.
Suasana ricuh berawal pada saat sesi kedua dimulai. Pendukung GT-AP mempertanyakan penolakan terhadap GT-AP. Agum menjawab dengan mengatakan bahwa FIFA telah memutuskan keduanya tidak boleh mencalonkan diri. Karenanya komite verifikasi dan komite banding tidak dapat memproses pencalonannya. Keberadaan Thierry Regenass sebagai observer dari FIFA juga mendapat protes dari peserta.
Di Pekanbaru Maret lalu, kongres PSSI juga berlangsung ricuh akibat GT dan AP tidak lolos dalam pencalonan ketum PSSI.
DEN Sampaikan Rekomendasi ke Prabowo Terkait Kebijakan Trump
Jelang Pelantikan Trump, Pengamanan Luar Gedung Kongres Makin Ketat
Austin Tantang Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina untuk Tetap Memberi Dukungan
Jombang Tingkatkan Integritas, Perkuat Pengawasan Melalui Pembinaan Kepatuhan LHKPN









