Ratusan warga Israel berkumpul di Yerussalem dan dekat perbatasan Gaza menuntut pemerintahnya berbuat lebih banyak untuk membebaskan Gilad Shalit. Ia ditangkap militan Palestina dalam sebuah serangan mematikan lima tahun lalu.
25 Juni 2006 Shalit diculik di perlintasan Kerem Shalom oleh militan Islamis Hamas. Mereka membuat terowongan di bawah perbatasan, menewaskan dua tentara Israel dan membawa Shalit ke Gaza sebagai tawanan.
Seorang demonstran membacakan surat dari kakek Shalit, Zvi Shalit, berisi kecaman terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena tidak menyetujui kesepakatan pertukaran tahanan yang diajukan Hamas untuk membebaskan prajurit itu.
Dalam suratnya, Zvi Shalit menulis, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan kepadanya bahwa ia mendukung pertukaran tawanan, tapi Netanyahu “menentang dan tidak bisa dibujuk untuk melakukan hal itu.”
Di luar kediaman Netanyahu di Yerusalem, ratusan demonstran mengunjungi tenda protes yang didirikan keluarga Shalit. Koran Jerusalem Post melaporkan, unjuk rasa di luar kediaman Netanyahu itu direncanakan Sabtu malam, dan kegiatan lainnya dijadwalkan hari Minggu.
Sayap militer Hamas Brigade al-Qassam dalam situs internetnya hari Sabtu menyatakan pihaknya tidak akan membebaskan Shalit kecuali bila ratusan warga Palestina yang ditahan Israel dibebaskan.
Shalit, kini berusia 24 tahun, terakhir kali tampak dalam rekaman video Hamas yang dirilis tahun 2009. Video yang ditayangkan baru-baru ini dalam situs Hamas menunjukkan gambar seorang laki-laki yang terikat rantai, yang disebut sebagai Shalit. (VOA/aso | Foto: @VRider)
Gubernur Sulsel Tinjau Pengerjaan Jalan Hertasning
Gubernur Sulsel Tinjau Pengaspalan Jalan Poros Baliase–Pombakka
Porsche Pertahankan Tren Positif Jelang E-Prix Shanghai
Prabowo Hadiri peringatan Hardiknas 2025 dan Peluncuran PHTC di SDN Cimahpar 5
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29, Pemkot Surabaya Gelar Upacara di Balai Kota









