Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair) kembali melakukan aksi demonstrasi terkait dikeluarkannya sejumlah mahasiswa karena tidak lulus evaluasi studi. Humas aksi, Ketut Sandy Swastika, mengatakan drop out (DO) 7 orang mahasiswa seolah menyamakan mahasiswa korban seperti orang yang melakukan perbuatan kriminal, asusila ataupun narkoba.
Menurut Ketut, jatuhnya nilai mahasiswa mestinya menjadi bahan koreksi atau evaluasi terhadap kurikulum pendidikan, metode pengajaran dosen atapun fasilitas belajar mengajar di kampus, hari ini kurikulumnya sangat padat dan mengedepankan proses target belajar.
Dijelaskan juga bahwa peraturan sanksi akademis seolah memposisikan Unair sebagai 100% PTN dimana mahasiswa tidak keluar uang sekalipun. Padahal kenyataannya mahasiswa selama ini harus membayar mahal untuk kuliah. “Setahu kami peraturan pengeluaran mahasiswa dengan alasan nilai hanya bisa di lakukan di institusi perguruan tinggi yang seratus persen di tanggung pemerintah dan ketika lulus mahasiswa bersangkutan mendapat jaminan kepastian kerja. Dalam hal ini bisa kita melihat di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) atau Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN),” ujar Ketut.
Sanksi DO juga dinilai tidak ada transparansi dalam proses evaluasi tersebut dan bahkan terkesan sangat ditutuptutupi. Selain itu terjadi diskriminasi dalam proses evaluasi ini, karena yang menjadi objek evaluasi dan kemudian ada sanksi akademis pengeluaran hanya di berlakukan secara ketat pada mahasiswa. Di tingkatan dosen dan juga pejabat sendiri, selama ini para mahasiswa tidak bisa mengevaluasi balik terhadap kinerja mereka.
DO mahasiswa juga dianggap cacat secara hukum. “5 orang mahasiswa sampai saat ini tidak di beri SK Rektor, serta 2 orang di beri SK yang menurut kami adalah SK Palsu karena tidak ada tangan asli Rektor, stempel Universitas dan Hanya salinan fotocpyan bukan lembaran SK asli,” jelas Ketut. Terparah kasus yang menimpa kawan Richo Hariyono, sudah membayar SPP tapi tetap di cekal saat mengurus akademik kuliah.
Munafri-Aliyah Hadiri Peringatan Hari Buruh di Makassar
FAS gelar demo Berbentuk Teatrikal “Selamatkan NKRI”
Arus Mudik Lebaran 2025, Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Walikota Moh Ramdhan Resmikan Gereja Pantekosta Bathesda Makassar
Danny Pomanto Hadiri Perayaan Natal Klasis Makassar,









