Rekomendasi pejabat Universitas Airlangga (Unair) untuk menggusur pedagang kaki lima (PKL) dinilai telah menciderai rasa kemanusiaan, padahal kampus itu menggembargemborkan dirinya sebagai sebuah “Universitas Excellent With Morality”.
Mahasiswa yang tergabung dalam FAM Unair, GMNI FEB Unair, dan Hima Manajemen Pemasaran menghadang petugas Satpol PP saat melakukan penggusuran terhadap PKL di sekitar kampus B beberapa waktu lalu. Menurut mahasiswa, mereka menemukan surat edaran dari Unair kepada bank-bank di lingkungan kampus itu agar ikut berpartisipasi dalam penggusuran tersebut.
Pihak kampus juga melakukan pemasangan puluhan batang besi di beberapa titik sekitar pintu masuk dan keluar kampus B unair dengan tujuan menghalangi Rombong PKL naik ke atas Trotoar. “Pemasangan besi tersebut setelah kami cermati betul tidak lebih merupakan taktik untuk mengusir para PKL secara perlahan-lahan,” kata juru bicara aksi, Fikri Ramadhan.
Fikri mengungkapkan perlakukan pejabat Unair terhadap para PKL tersebut sangat aneh dan menyakitkan. sebuah Institusi Perguruan Tinggi yang tidak mempunyai wewenang sama sekali terhadap keberadaan trotoar, ternyata malah bertindak arogan dengan melakukan penggusuran terhadap keberadaan sumber sandang pangan dari orang miskin.
“Bagi kami, apa yang di lakukan oleh Pejabat Unair tersebut, senyata-nyatanya telah mengkhianati semangat pendirian kampus Unair oleh Bung Karno pada 10 November 1954 sebagai kampus yang merakyat. Bukan seperti saat ini yang malah memusuhi dan semena-mena terhadap rakyat kecil,” tegas Fikri.
Teror dan rasa takut saat ini menghinggapi para PKL. Sebagian dari mereka takut untuk berjualan dan beberapa lagi tetap berjualan dengan perasaan cemas. Hari Rabu lalu telah terdapat korban satu PKL yang rombongannya diangkut secara paksa oleh Satpol PP. Bilamana hal itu terus dibiarkan, bisa jadi banyak lagi Rombong dagangan PKL akan di angkuti secara paksa oleh Petugas Satpol PP karena kearoganan dan kekejaman para Pejabat Unair. Selain itu para PKL akan terus merasa ketakutan dan tidak tenang saat berjualan.
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Wali Kota Munafri Bertemu Investor dari Qatar Bahas Pembangunan Stadion
Presiden dan Menteri ATR Bahas Isu Pertanahan
DEN Sampaikan Rekomendasi ke Prabowo Terkait Kebijakan Trump









