maiwanews – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Hillary Rodham Clinton, dalam sebuah pernyataan resminya menyatakan AS mengutuk tindakan Suriah atas penembakan pesawat Turki. Menlu Clinton mengatakan tindakan itu tidak berperasaan dan merupakan refleksi ketidakpedulian pemerintah Suriah terhadap norma internasional, kehidupan manusia, serta perdamaian dan keamanan.
“Saya berbicara dengan Menlu Turki Davutoglu kemarin untuk menyampaikan keprihatinan kami terkait jatuhnya jet tempur F-4 Turki oleh pasukan Suriah 22 Juni”, kata Clinton dalam pernyataannya. Ia juga mengatakan pada Menlu Davutoglu bahwa pihaknya senantiasa mendoakan pilot dan keluarga tercinta mereka. Menlu Davuoglu dikatakan menceritakan secara spesifik kejadian penembakan pesawat tanpa peringatan.
AS menegaskan kembali dukungan kuat terhadap pemerintah Turki, juga menyampaikan solidaritas terhadap rakyat Turki. Turki dikatakan merupakan pemimpin dalam upaya kekerasan rezim Suriah saat ini atas rakyatnya sendiri.
Menurut Clinton, AS akan melanjutkan kerjasama erat dengan Turki sebagai bagian dari upaya mempromosikan transisi demokratis di Suriah. “Pekerjaan ini sangat mendesak, dan kami akan berkonsultasi di New York dengan Dewan Keamanan, di Brussel dengan Nato dan Uni Eropa, dan di Jenewa dengan utusan khusus PBB Kofi Annan”, kata Clinton.
Hari Minggu lalu Turki menuduh Suriah menembak jet tempurnya di wilayah internasional di Laut Tengah. Saat penembakan hari Jum’at tersebut, pilot pesawat dikatakan sedang melakukan uji coba radar. Menlu Davutoglu mengakui pesawat Turki sempat masuk ke wilayah Suriah, namun hanya sebentar. (aso/US Dept. Of State/VoA)
Porsche Indonesia Persembahkan Porsche Classic Art Week 2025
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Peringatan Hari Kartini 2025 di Sulsel: Seruan untuk Perempuan Terus Berkarya
Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Presiden Terima Delapan Pengusaha Besar, Bahas Perekonomian dan Investasi Nasional









