Indonesia Kirim Tim Kawal Proses Perdamaian Filipina Selatan

maiwanews – Indonesia mengirim tim berjumlah 15 orang ke Filipina Selatan untuk mengawal proses perdamaian di negara itu. Tim bernama International Monitoring Team (IMT) dilepas secara resmi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Marty Natalegawa di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia di Jakarta kemarin 27 Juni 2012. Sementara pemberangkatannya dilakukan hari Sabtu 30 Juni nanti.

Dalam pidatonya, Menlu Marty mengatakan tim pengamat perdamaian hendaknya senantiasa menyebarluaskan nilai-nilai dialog dan membantu mendorong perdamaian secara komprehensif. Tim diminta menunjukkan bahwa bangsa Indonesia senantiasa memegang nilai perdamaian.

Pengiriman tim pengawas perdamaian itu atas undangan Filipina dan merupakan salah satu wujud nyata dalam memajukan hubungan bilateral kedua negara. Pengiriman IMT itu juga dikatakan Menlu Marty menjadi implementasi politik bebas aktif Indonesia. Ia menambahkan bahwa pengiriman itu dilandasi komitmen untuk menciptakan keamanan, stabilitas, dan kedamaian di kawasan Asia Tenggara. Jika kawasan aman, stabil, dan damai, maka pembangunan ekonomi demi kesejahteraan rakyat akan lebih memungkinkan untuk dilaksanakan.

Proses perdamaian akan dilakukan dalam dual track, yaitu antara Pemerintah Filipina dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) dan Pemerintah Filipina dengan Moro National Liberation Front (MNLF). Tim dibawah komando Kolonel Inf. Khairully, akan bertugas selama satu tahun. Setelah itu dilakukan evaluasi. Masa tugas tersebut juga dapat diperpanjang lagi.

Sebelum diberangkatkan pada Sabtu pekan ini, sepuluh orang unsur militer dan lima orang unsur sipil dalam kelompok pengamat perdamaian ini telah menjalani serangkaian pembekalan. “Seluruh anggota tim sudah menerima pelatihan fisik dan mental dari PMPP TNI,” kata Menlu Marty. (aso/Dit. Infomed/PLE/NIK/Ed. PY)