Presiden Perancis Nyatakan Dukungan Bagi Stabilitas Lebanon

maiwanews – Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan dukungan Perancis bagi stabilitas Lebanon. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Lebanon Michel Suleiman di Beirut Minggu 4 November 2012.

Kunjungan singkat Hollande ke Lebanon pertama kali dilakukan sebagai Presiden Perancis. Di Lebanon, Presiden Hollande hanya tiga jam sebelum bertolak ke Arab Saudi. Selain menyampaikan pernyataan dukungan, Presiden Perancis juga sepakat membantu Lebanon menangani banyak jumlah pengungsi Suriah, saat ini berjumlah sekitar 100 ribu, dan berjanji membantu melindungi Lebanon dari krisis di Suriah.

Presiden Hollande singgah di Lebanon setelah koalisi “14 Maret” Lebanon mengumumkan rencana memboikot pemerintah dan meminta Perdana Menteri Najib Miktati mundur dari jabatannya. Koalisi 14 Maret merupakan kelompok penentang keterlibatan Suriah dalam urusan Lebanon.

Gejolak politik di negeri itu terjadi pasca serangan bom mobil di Beirut 19 Oktober lalu. Serangan itu menyebabkan tewasnya seorang pejabat senior intelejen Lebanon dan beberapa orang lainnya. Koalisi 14 Maret menuduh pemerintahan PM Mikati bersama pihak berwenang Suriah merancang serangan itu.

Dalam jumpa pers bersama, Presiden Hollande mengatakan ia datang setelah terjadi pembunuhan terhadap Wissam Al Hassan. Ia juga menyuarakan solidaritas bagi rakyat Lebanon.

Sebelum kunjungan Presiden Hollande, Seorang pejabat senior Amerika – penjabat Dirjen Urusan Timur Dekat Elizabeth Jones – baru-baru ini berkunjung ke Lebanon. Ia juga menyerukan stabilitas dan dialog di antara semua pihak di Lebanon.

Mengenai desakan mundur terhadap PM Mikati, Presiden Suleiman menolak seruan koalisi 14 Maret tersebut. Presiden Suleiman lebih memilih mempertemukan faksi-faksi bertikai dan menyerukan persatuan. Ia juga mendesak semua orang untuk melupakan insiden bom mobil serta berupaya mencegah ancaman krisis masa depan melalui dialog dan kerjasama. Apalagi mengingat saat ini sedang terjadi pertumpahan darah di negara tetangga, Suriah. (azm/VoA)