maiwanews – Sekitar 50 mobil merek Esemka berbagai model dipamerkan di kawasan Solo Techno Park Sabtu 10 November 2012, bertepatan dengan hari Pahlawan. Beberapa diantaranya telah mendapat izin pemerintah untuk diproduksi massal. Mobil karya para pelajar SMK dari 33 daerah di Indonesia akan bersaing dengan mobil impor.
Direktur Solo Techno Park, Gampang Sarwono, mengatakan pusat perakitan mobil Esemka di Solo Techno Park ini menjadi pusat industri mobil rakitan Esemka. Solo Techno Park menargetkan memproduksi 100 mobil rakitan Esemka per bulan, dengan dana pengembangan awal sekitar 100 miliar rupiah.
Pada pameran tersebut dihadirkan model pick up, minitruck, sedan SUV, minivan, dan double cabin. Dua diantaranya telah memiliki izin produksi massal, yaitu SUV Rajawali dan pick up Bima. Harga pick up berkisar antara 60-75 juta rupiah, sedngkan mobil SUV sekitar 130-140 juta rupiah. Berdasarkan catatan Techno Park, sudah ada sekitar 10 ribu pemesan mobil Esemka.
Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, saat meresmikan peluncuran dan pemasaran mobil Esemka di Solo Techno Park ini mengungkapkan mobil rakitan tersebut sudah menjalani berbagai uji standar kelayakan oleh pemerintah dan dinyatakan lulus. Menurut Rudy, mobil rakitan Esemka ini siap menjadi mobil nasional dan bersaing dengan mobil-mobil impor atau buatan luar negeri.
Hadi mengatakan seluruh perizinan mulai dari uji emisi, uji tipe, izin kementerian perindustrian, dan izin Polri sudah dikantongi. “Hari ini adalah kebangkitan mobil nasional mulai dari awal peluncuran, produksi massal, hingga pemasaran mobil rakitan ESEMKA karya anak bangsa, para pelajar SMK,” ujar Hadi. (aso/VoA)









