maiwanews – Presiden Venezuela, Hugo Chavez meninggal dunia. Hugo Chavez meninggal hari ini, Rabu 6 Maret 2013 pukul 4.25 sore (waktu setempat) di Rumah Sakit Militer Caracas.
Kabar duka tersebut diungkapkan Wakil Presiden Nicolas Maduro, melalui siaran televisi nasional yang didampingi oleh para pejabat pemerintah. Chaves meninggal dalam usia 58 tahun.
Chavez yang sebelumnya menderita infeksi pernafasan paru-paru yang parah menjalani operasi di Kuba pada bulan Juni 2011 untuk mengangkat tumor seukuran bola baseball dari daerah panggul.
Meski telah menjalani berbagai operasi, kemoterapi dan perawatan radiasi, kankernya berulang kali kembali. Namun tokoh anti imperialis Amerika itu merahasiakan rincian penyakit yang menderanya, termasuk jenis kanker dan lokasi tepat tumornya.
Selama menjabat lebih dari 14 tahun, Chavez kerap menantang status quo di dalam maupun luar negeri. Di Venezuela, ia dikenal dengan gaya konfrontatif dan mendominasi, namun ia juga seorang komunikator yang mahir membangkitkan rasa nasionalisme di Venezuela. Chavez merupakan sosok yang populer, terutama di kalangan kaum miskin.
​​Sebagai komandan paramiliter, Chavez memimpin kudeta yang gagal pada tahun 1992. Ia memperoleh pengampunan dan kemudian terpilih sebagai presiden pada tahun 1998. Ia kemudian selamat dari upaya kudeta melawannya di tahun 2002 dan kembali terpilih sebagai presiden dua kali lagi setelah itu.
Chaves yang berhasil memukau publik dengan suaranya yang menggelegar, nyaris identik dengan seragam merah Partai Sosialis Bersatu yang ia pimpin dan topi militer yang juga berwarna merah.
Sebelum terjangkit kanker, ia tampil di stasiun televisi nasional hampir setiap hari, di mana ia berpidato selama berjam-jam dan sering berujung dengan ia menyanyikan lagu-lagu yang berisikan berbagai filsafatnya.
​​Chavez memanfaatkan kekayaan minyaknya negaranya yang melimpah untuk meluncurkan program-program sosial populer seperti pasar bahan pangan yang dikelola negara, perumahan rakyat, klinik kesehatan gratis dan program pendidikan. Kemiskinan menurun selama presiden Chavez di tengah tingginya harga minyak.
Tapi para penentangnya mengatakan, Chaves gagal menggunakan kekayaan negara itu untuk mengembangkan perekonomian negara. Menrut mereka, inflasi melonjak dan tingkat pembunuhan di Venezuela naik menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.(voa/ylh)









