Kritik Tulus Soal Mobil Murah: Letak Murahnya di Mana?

maiwanews – Sejak kebijakan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) disetujui pemerintah, para produsen mobil langsung tancap gas. Di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, mobil murah laris manis.

Sebagian besar konsumen antusias membeli meskipun dengan cara indent. Padahal di saat yang sama, kritikan juga tak kunjung surut terutama ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keberatannya.

Terakhir, anggota dewan Transportasi Kota Jakarta, Tulus Abadi turut melontarkan kritikan tajam. Tulus mengungkapkan kentalnya kepalsuan di balik kalimat-kalimat manis kebijakan LCGC.

Salah satunya kata Tulus, penggunaan kata low cost atau biaya murah merupakan pelecehan kepada masyarakat.”Letak murahnya di mana? Di Libya saja mobil itu harganya Rp 50 juta,” kata Tulus.

Kritikan tersebut dilontarkan Tulus dalam sebuah acara diskusi mingguan ‘Polemik Sindo Radio’ di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2013).

Tulus juga menyebut bahwa mobil murah tersebut ditujukan juga bagi mereka yang tinggal di pedesaan, merupakan kepalsuan lain. Faktanya kata Tulus, mobil LCGC memiliki desain city car, sehingga tidak cocok masuk desa.

Tulus meyakini, dalam waktu baru beberapa hari dipasarkan, 85 persen mobil murah dipesan oleh warga Jabodetabek.