maiwanews – Serangan hacker (peretas) dari Indonesia menempati urutan teratas dari segi jumlah serangan cyber di seluruh dunia. Laporan Akamai menyebutkan pada kuartal kedua 2013 sebanyak 38 persen serangan berasal dari Indonesia.
Urutan kedua ditempati Cina sebanyak 33 persen, Amerika Serikat urutan 3 dengan jumlah 6,9 persen, Taiwan urutan 4 (2,5 persen), Turki urutan 5 (2,4 persen), India urutan 6 (2 persen), Rusia urutan 7 (1,7 persen), Brasil urutan 8 (1,4 persen), Rumania urutan 9 (1 persen), dan Korea Selatan urutan 10 (0,9 persen). Sementara 11 persen berasal dari negara-negara lainnya.
Port paling banyak digunakan untuk melakukan serangan adalah port 80 yaitu sebanyak 21 persen, port 443 17 persen, port 445 15 persen, port 1433 9,5 persen.
Laporan Akamai didasarkan pada ip address masing-masing penyerang. Ip Address merupakan alamat komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Ibarat rumah, tiap komputer dalam jaringan juga memiliki alamat masing-masing. Dari ip address inilah dapat diketahui lokasi suatu komputer.
Peretas dapat mengelabui target atau sistem keamanan dengan berpura-pura berasal dari negara lain dengan menggunakan alamat palsu. Seorang hacker dari negara lain bisa masuk ke dalam sebuah sistem dengan menggunakan ip address Indonesia. (R17/Akamai |Gambar ilustrasi oleh Charis Tsevis di Flickr)
Hardiknas 2026, Kapolri Gaungkan Pendidikan Bermutu Wujudkan Indonesia Emas 2045
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Lantamal VI meninjau infrastruktur PT Vale Indonesia Tbk
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak









