maiwanews – Brasil dan Jerman mengirimkan rancangan resolusi anti mata-mata ke PBB ditengah skandal pengawasan Amerika Serikat di beberapa negara sebagaimana bocoran dokumen mantan kontraktor National Security Agency (NSA) Edward Snowden.
Rancangan diajukan hari Jum’at berisi penegasan kembali akan hak privasi dan tidak ada pihak melakukan pelanggaran hukum atau sewenang-wenang terhadap privasi, keluarga, rumah, atau koresponden. Dimana hak privasi sebenarnya telah dilindungi dalam Universal Declaration of Human Rights serta International Covenant on Civil and Political Rights.
Rancangan resolusi juga menegaskan kembali tentang kesamaan hak orang-orang di dunia nyata, mereka juga harus dilindungi di dunia maya, khususnya hak privasi, termasuk dalam konteks pengawasan komunikasi.
Pihak sekretariat PBB terlebih dahulu harus memproses rancangan tersebut sebelum diserahkan ke panel hak asasi manusia di Majelis Umum PBB untuk didiskusikan.
Kebijakan Brasil dan Jerman dilakukan menyusul pernyataan Kanselir Jerman Angela Markel dan Presiden Brasil Dilma Rousseff. Keduanya mengutuk kegiatan spionase oleh NSA. Kanselir Merkel menuntut Amerika Serikat untuk melakukan kesepakatan anti mata-mata dengan Jerman dan Perancis akhir 2013.
Kanselir Jerman juga menekankan bahwa dugaan spionase terhadap Berlin dan Paris harus dihentikan. Keduanya merupakan sekutu dekat Amerika Serikat.
Pada 26 Oktober sebuah laporan dipublikasikan mingguan Jerman Der Spiegel, laporan itu mengungkap bahwa ponsel Kanselir Merkel telah terdaftar dalam Layanan Koleksi Khusus (Special Collection Service / SCS) NSA, dan nomor ponsel Kanselir Merkel masih ada dalam daftar pada Juni 2013.
Akhir bulan Presiden Rousseff berbicara di Majelis Umum PBB menyerukan dibuatnya regulasi internasional terkait privasi data dan pembatasan program spionase internet. Presiden Rousseff mengeluarkan seruan setelah sebelumnya pada bulan September jaringan televisi Brasil, Globo, mengungkap dugaan NSA memata-matai email, ponsel, dan pesan teks Presiden Rousseff. (R21/PressTV | Foto Presiden Brasil Dilma Rousseff oleh Roberto Stuckert Filho/Presidência da República)









