Dharma Wanita Bersama Masyarkat Menghijaukan Eks Tambang

maiwanews – Melihat kondisi areal eks kegiatan penambangan yang lama ditinggalkan oleh masyarakat Desa Jadi dan sekitarnya di petak 14 D dan 15 A membuat ibu-ibu kelompok Dharma Wanita BKPH Jadi tergugah untuk menyelamatkan lokasi ini ingin menjadi hutan kembali.

“Lokasi ini telah lama ditinggalkan begitu saja oleh penambang-penambang batu kumbung sejak akhir tahun 2011. Mereka cukup lama menambang ketika badai krisis keuangan Negara melanda kira-kira akhir tahun 1997,” ungkap Dasir, (50),  Ketua LMDH Sumber Makmur, warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Penggerak ibu-ibu ini dimotori oleh Ny. Dedy Cahyadi tak lain adalah pendamping setia Asper BKPH Jadi, Dedy Cahyadi, S.Si. “Melihat kondisi lokasi yang menganga cukup besar dan tanaman-tanamannya tumbuh kurang baik. Maka dari itu kami berkeinginan mengembalikan fungsi hutannya seperti dulu kala atau paling tidak  dapat menghijau kembali,” katanya.

Terkait agenda tersebut Dedy Cahyadi, Asper Jadi mengatakan bahwa untuk mensukseskan greget bagus ini saat dikonfirmasi BINA, telah mengagendakan dengan melibatkan semua elemen masyarakat setempat dilibatkan.

“Selain kita (red. Teman-teman Perhutani), penggarap lahan, pejabat daerah non Perhutani, penambang-penambang yang dulu mengerjakan disini berserta LMDH ‘Sumber Makmur ‘, Jadi. Semua kita undang,” terangnya.

Agenda menanam bersama ini dilakukan pagi hari tanggal 23 Desember 2013 dengan jumlah peserta sebanyak ratusan orang beramai-ramai dengan masing-masing membawa dan menanam minimal seratus bibit.

Kata Gunawan W, KRPH Bogor bersama KRPH Jadi  mengatakan semua bibit yang berjumlah 2500 plances hasil swadaya BKPH Jadi tidak sampai siang hari ludes tertanam semua.

“Justru semua teman-teman selain dari Perhutani masih menanyakan dan meminta bibit lagi. Namun karena bibit yang kita tanam sudah habis saat itu juga, Pak Asper menjajikan akan mengajak kembali lain waktu yang katanya termasuk hutan lindung yang tak jauh dari lokasi ini,” ungkap Gunawan W.

Masih kata dia, bibit yang ditanam ini memang sudah disesuaikan untuk mengembalikan dan mempertahankan unsur-unsur haranya agar tidak hilang lagi. Adapun jenis-jenis yang ditanam saat itu adalah jenis Trembesi, Mahoni dan Sengon Buto.  met