Ikhtiar Populerkan Minat Baca di SDN Bulurejo II

maiwanews – Ada yang berbeda ketika memasuki area Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bulurejo II, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban beberapa pekan terakhir. Gedung perpustakaan (perpus) di sekolah tersebt, yang sesungguhnya tidak beda dengan sekolah-sekolah lainnya. Hanya saja, ada yang berbeda di sana. Perpus yang pembangunannya didanai anggaran pemerintah daerah setempat, ini  nampak dopenuhi anak-anak memilih buku untuk kemudian membacanay dengan antusias sekaligus mengisi jam istirahat.

Fasilitas perpustaan du SDN Bulurejo II tersebut, seperti dikatakan sejumlah siswa, baru kelihatan semarak dan hidup sejak beberapa pekan terakhir. Tidak berarti di waktu-waktu yang lalu tidak ada kegiatan berarti.

Kepala Sekolah SDN Bulurejo II, Samsyru, SPd, membenarkan bila sebelumnya fasilitas perpus kurang termanfaatkan.

“Awalnya fasilitas perpus kurang diminati anak-anak. Bahkan, gedungnya tidap hari terkunci rapat. Saya berpikir, sayang kalau aset tersebut dibiarkan terbengkelai,” tutur Samsuri do kantornya.

Samsuri mengisahkan, upaya menghidupkan perpus sebagai bagian dari upaya menforong da menumbuhkan minat baca diputuskan harus mengangkat tenaga khusus untuk mngelola perpustakaan.

“Setelah kami lakukan rapat dengan para guru danomponen sekoah lainnya, akhirnya dipuuskan mengangkat dua orang pegawai tidak tetap (PTT) dari masyarakat setempat. Soal honorarium yang jadi kendala kami cari solisonya sambil berjalan,” tutur Samsuri.

Samsuri menyadari benar, keberadaan perpustakaan sekolah dewasa ini semakin dirasakan keberadaan nya. Kebutuhan aka adanya perpustakaan sekolah yang mampu menunjang kegiatan belajar mengajar sebagai pusat kegiatan pelaksanaan kurikulum di sekolah semakin meningkat. Lebih-lebih sejak di undangkan Undang-undang No.2. Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pada Pasal 45 ayat 1 yang menyebutkan :

“Setiap satuan pendidikan formal dan  non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuia dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, dan kejiwaan peserta didik,” ungkap Samsuri.

Menurut Samsuri, salah satu sumber belajar yang amat penting bukan satu-satunya adalah perpustakaan yang harus memungkinkan tenaga kependidikan dan peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan yang diperlukan.

Perpustakaan sebagai pusat sumber ilmu, ungkap Samsuri, karena di perpustakaan guru dan siswa serta masyarakat dapat mencari berbagai ilmu dan pengetahuan yang diperlukan, baik untuk kebutuhan kini maupun untuk yang akan datang. Perpustakaan dimana saja berada dapat turut berperan dalam rangka meningkatkan minat baca diharapkan masyarakat Indonesia makin cerdas dan terampil dalam mengantisipasi tantangan jaman. (LEA)