maiwanews – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berlangsung pada tanggal 20 Oktober 2014 dimulai pukul 10.00 WIB.
Persiapan pengaman acara limatahunan itu sudah dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) jauh-jauh hari sebelumnya. Sepekan terakhir, ribuan personil Polri sudah menginap di gedung MPR-DPR, Senayan Jakarta.
Di rerumputan taman halaman gedung yang menjadi tempat pelantikan Jokowi-JK itu, para polisi membangun beberapa tenda raksasa sebagai tempat menginap sejak seminggu terakhir.
Di bagian utama halaman Gedung MPR-DPR, belasan kendaraan taktis Polri seperti Barraccuda, Water Canon, dan kendaraan penghalau massa lainnya juga tak ketinggalan sudah ‘terpajang’.
Kapolri Jenderal Sutarman mengungkapkan, pihaknya menyiapkan 24.815 personil untuk menjaga pelantikan Presiden dan Wapres, Jokowi-JK sebagai antisipasi atas kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain kekuatan Polri, pelantikan Jokowi-JK ini juga diperkuat dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Apalagi kata Sutarman, pengaman terhadap presiden dan wakil presiden setelah dilantik diambil alih oleh Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dari TNI.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyebutkan, TNI menurunkan pasukan sebanyak 170 Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk mengamankan pelantikan presiden dan wapres, Jokowi-JK baik di dalam maupun di luar gedung DPR.
Salah satu alasan ketatnya pengamanan itu kata Panglima, karena para pendukung Jokowi-JK mengadakan acara arak-arakan dan perta penyambutan presiden dan wakil presiden baru.
Sekda Sulsel Dorong Peningkatan Pelayanan Publik Polda Lewat FGD
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
?Wali Kota Makassar Pastikan Seleksi Sekda Berjalan Transparan dan Profesional?
Danny Pomanto Resmikan Nama Jalan Jampea Jadi Hoo Eng Djie









