Kumpulkan Informasi Buronan, FBI Gunakan Papan Reklame Digital

fbi most wanted billboard

maiwanews – Di era informasi digital, Federal Bureau of Investigation (FBI) memanfaatkan papan reklame (billboard) digital untuk mengumpulkan informasi terkait buronan. April 2014 salah seorang buronan menyerahkan diri tanpa perlawanan hanya 4 hari setelah FBI mempublikasikan melalui papan reklame digital.

Sebelumnya, pada April 2013, Oscar Romero 33 tahun, bersama beberapa tersangka anggota geng “Loiza Boyz” lainnya dinyatakan bersalah atas kejahatan terkait distribusi heroin dan kokain. Setelah sekitar satu tahun dalam pelariannya, penyelidik menerima informasi bahwa buronan tersebut kembali ke Buffalo dari Puerto Rico. Menerima informasi tersebut, FBI memanfaatkan penggunaan papan reklame digital untuk mengumpulkan informasi dalam upaya membantu menangkap Romero.

Papan reklame elektronik di wilayah Buffalo menampilkan wajah Romero dengan keterangan “Wanted” dan “Drug Charges”. Pada papan reklame itu juga ditampilkan nomor telepon lokal untuk dihubungi. Pemasangan papan reklame dilakukan tanggal 31 Maret 2014, dan 4 hari kemudian Romero menyerahkan diri dengan damai.

Agen FBI di Bufallo, Brian Boetig, mengatakan bahwa saat papan reklame FBI menayangkan Romero, buronan tersebut menjadi “orang memalukan tahun ini”. Boetig menambahkan, kerjasama dengan perusahaan reklame setempat berhasil menarik perhatian media. Selain itu juga ramai pembicaraaan tentang Romero. Hal ini memaksa Romero untuk menyerahkan diri.

Kesuksesan serupa terjadi di seluruh negeri. Kesuksesan ini bermula pada tahun 2007 di Philadelphia saat seorang anggota FBI meminta bantuan perusahaan reklame menyebar informasi upaya penangkapan pelaku kejahatan dan mencari anak hilang. Sejak saat itu penggunaan papan reklame mencatat pertumbuhan dan hasil mengesankan. Hingga saat ini, FBI telah menangkap 53 orang berkat dampak langsung dari papan reklame. Saat ini FBI telah memiliki akses terhadap 5.200 papan reklame dari beberapa perusahaan berbeda. (m011/FBI)