maiwanews – Pada hari keenam pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, 21 jenazah kembali ditemukan. Enam jenazah diataranya ditemukan oleh pesawat P-3C Orion milik Korea Selatan (Korsel).
Penemuan diawali ketika kesawat -3C Orion KN-01 Korsel yang tinggal landas pada pukul 08.50 dari lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, melakukan pencarian pada ketinggian 300 feet (100 meter) di atas permukaan laut.
Setelah menyisir area pencarian selama lebih dari dua jam, akhirnya pada pukul 11.58 mereka berhasil menemukan tiga jenasah sekaligus. Ketika ditemukan, ketiga jenazah dalam posisi duduk di kursi dalam satu baris (row) pada koordinat 03.52.34.S dan 110.29.50.E.
Pada pukul 12.31, P-3C Orion KN-01 Korsel kembali menemukan satu jenasah, lalu pada pukul 12.48 menemukan lagi satu jenasah terlentang, dan yang terakhir pada pukul 12.00 kembali menemukan satu jenasah. Ketiga jenazah ditemukan di lokasi yang tidak jauh dari penemuan tiga jenazah pertama.
Karena fungsinya yang hanya sebagai pengintai, P-3C Orion lalu menyampaikan hasil temuan itu lewat radio dan di saat yang sama melempar suar penanda posisi di setiap korban untuk dievakuasi oleh KRI 357 Bung Tomo yang juga mengatur kapal lain termasuk USS Sampson yang berada di dekatnya.
Mendapat informasi itu, KRI 357 Bung Tomo dengan cepat melaju menuju lokasi suar penanda dan segera mengirimkan kapal sekoci untuk mengambil korban di lautan dengan ombak mencapai ketinggian empat meter.
Perwira penerbang CN-295 TNI AU, Mayor Pnb.Trinanda Hasan yang ikut di pesawat Orion itu mengatakan, dirinya merasa bangga dan terharu menyaksikan rangkaian aksi kapal perang modern milik Angkatan Laut kita dalam mengevakuasi para korban AirAsia QZ8501.
“Para Crew P-3C Orion Korea Selatan mengatakan merasa salut pada keterampilan dan kecepatan awak KRI 357 Bung Tomo,” kata Trinanda yang juga merupakan lulusan Sesko Korsel seperti disampaikan Dispenau, Jumat ((02/01/2015).
Pesawat P-3C Orion merupakan pesawat intai Maritim anti Kapal Selam AU Korsel yang memiliki kecepatan Patroli 205 knot (375 kmpj), Jarak Jelajah 3000 NM (5490 km), dan mengangkut awak 2 Pilot dan 8 Crew.
Pesawat buatan Lockheed Martin ini juga dilengkapi peralatan deteksi Radar Udara, Radar Cuaca, MAD (Magnetic Anomaly Detection ), ESM (Electronic Support Measures) dan IRDS (Infra Red Detection System).









