China Relokasi Pabrik Garmen ke Indonesia atau Vietnam

Jakarta -Dalam waktu dekat sebuah kelompok usahaasal China yang di dalamnya tergabung perusahaan garmen yang berjumlah puluhan perusahaan berencana Pabrik Garmenmerelokasi pabriknya dari negaranya beberapa negara. Sejauh ini negara pilihan itu terbatas hanya dua yakni Indonesia atau Vietnam.

“Jumlah perusahaannya puluhan, mereka menanya-nanya, apa yang diberikan Indonesia kepada saya (investor China),” ujar Plt Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 21 April 2010.

Ade Sudrajat mengatakan jika relokasi itu terwujud, maka ada potensi pembangunan pabrik garmen China sebanyak 8 hingga 9 perusahaan dalam jangka pendek. Bahkan ada potensi serapan tenaga kerja hingga 200.000 orang, dengan potensi investasi per perusahaan sebesar Rp 50 miliar untuk pembelian mesin-mesin.

Untuk itu, pemerintah Indonesia akan merekomendasikan pembangunan pabrik China tersebut diarahkan di wilayah Jawa Tengah. Pertimbangan pemda Jawa Tengah sangat responsif terhadap izin investasi dan didukung dengan infrastruktur jalan yaitu Tol Semarang-Solo.

Namun rencana relokasi pabrik itu sudah barang tentu tidak serta merta akan memilih Indonesia, karena upaya pemerintah Vietnam untuk menarik para ivestor tersebut harus diimbangi dengan upaya yang lebih serius pemerintah Indonesia.