Olga Syahputra Meninggal Dunia, Harga Premium dan Solar Naik

premium-solar-maiwanewsmaiwanews – Presenter dan Komedian Olga Syahputra dikabarkan meninggal dunia di RS Mount Elizabeth Singapura Jumat (27/3/2015) sekitar pukul 16.17 waktu Jakarta oleh managernya, Vera.

Kabar meninggalnya pria kelahiran Jakarta 8 Februari 19983 ini sontak menghebohkan publik baik di dunia selebriti, masyarakat termasuk para penggemar Olga, hingga tokoh nasional dan tokoh politik tanah air.

Di hari yang sama, ada peristiwa lain yang tidak kalah pentingnya namun gaungnya tidak seheboh pemberitaan tentang meninggalnya Olga Syahputra yakni kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiraatmaja, dalam siaran persnya Jumat (27/3) malam mengumumkan, per tanggal 28 Maret 2015 pukul 00.00 WIB, WIB harga BBM jenis Bensin Premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali dan jenis Minyak Solar Subsidi perlu mengalami kenaikan harga, masing-masing sebesar  Rp. 500/liter.

Atas kenaikan itu, harga Premium naik menjadi Rp 7.300 per liter, sedangkan harga solar menjadi Rp 6.900 per liter. Adapun untuk harga Minyak Tanah dinyatakan tetap, yaitu Rp. 2.500/liter (termasuk PPN).

Menurut pemerintah, kenaikan harga BBM itu didasarkan pada pertimbangan demi menjaga menjaga kestabilan perekonomian nasional serta untuk menjamin penyediaan BBM Nasional.

Kenaikan harga BBM ini tidak diumumkan sendiri oleh Presiden Joko Widdo (Jokowi). Kenaikan harga BBM ini merupakan kenaikan yang kedua kalinya yang tidak diumumkan sendiri oelh presiden. Sebelumnya pada tanggal 1 Maret lalu, Presiden juga tidak mengumumkan kenaikan BBM secara secara langsung.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, kenaikan harga BBM ini tidak diumumkan secara resmi oleh Presiden, karena ini adalah sebuah keputusan, bukan kebijakan menghilangkan subsidi yang cukup diumumkan oleh Dirjen Migas di Kementerian ESDM.

Larutan kesediahan akibat meninggalnya Olga Syahputra nampaknya bisa mengalihkan perhatian sejenak masyarakat dari ancaman kenaikan harga-harga barang kebutuhan akibat kenaikan harga BBM.