Jakarta -Nilai investor asing khususnya Singapura masih menempatkan posisi tertinggi dalam realisasi investasi di Indonesia selama triwulan I-2010. Menurut informasi BKPM, realisasi investasi Negeri Singa pada periode tersebut
mencapai US$ 676,8 juta.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan dalam acara konferensi pers di kantornya, Jl Gatot Soebroto, Minggu, 2 Mei 2010.
Dari total realisasi 62 proyek, keseluruhannya bernilai US$ 676,8 juta. “Negara asal penanaman modal yang menonjol merealisasikan investasinya adalah Singapura sebesar US$ 676,8 juta,” kata Gita.
Menurut Gita, selain Singapura, realisasi investasi asing yang menonjol lainnya adalah asal negara Mauritius sebesar US$ 446,6 juta sebanyak 2 proyek, Amerika Serikat US$ 436,9 juta sebanyak 12 proyek, Inggris US$ 214,9 juta sebanyak 19 proyek, Australia sebesar US$ 186,4 juta sebanyak 14 proyek.
Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami kenaikan dari Rp 25 triliun menjadi Rp 35,4 triliun pada periode triwulan I-2010. Sebelumnya BKPM mencatat realisasi investasi triwulan I-2010 mencapai Rp 42,1 triliun atau mengalami kenaikan 24,6% dari realisasi periode yang sama pada tahun 2009 yang hanya Rp 33,8 triliun.
Realisasi investasi itu mencakup 574 proyek yang terdiri dari investasi PMDN (dalam negeri) Rp 6,7 triliun sebanyak 150 proyek dan investasi PMA (asing) sebesar Rp 35,4 triliun atau US$ 3,8 miliar untuk 424 proyek.
BKPM menargetkan realisasi investasi tahun 2010 bisa tumbuh diatas 15%, yaitu dari realisasi investasi tahun 2009 sebesar Rp 135 triliun ditargetkan bisa mencapai Rp 161,5 triliun.
Sementara di waktu yang sama, investasi penanaman dalam negeri (PMDN) pada periode triwulan I-2010 justru mengalami penurunan, yaitu turun dari realisasi triwulan I-2009 sebesar Rp 8,7 triliun hanya menjadi Rp 6,7 triliun.
“Kami menyadari PMDN mengalami penurunan. Kami akan melakukan kunjungan ke beberapa provinsi. Kami sudah kunjungi 21 provinsi. Insya Allah akhir Mei kita sudah mengunjungi 33 provisni. Tujuannya bagaimana menggairahkan penanaman modal dalam negeri,” jelas Gita.
Menurut Gita, pihaknya juga akan terus menarik investasi dari negara-negara asing lainnya termasuk mengincar investor asal ASEAN, bahkan negara-negara India, China, Timur Tengah dan negara Eropa lainnya terus digenjot. Saat ini, lanjut Gita, pihaknya terus agresif mempromosikan investasi ke Indonesia termasuk memasang iklan di media-media asing seperti CNBC, Bloomberg, CNN dan lain-lain.









