
maiwanews – Usai menggelar Rapat Terbatas (Ratas) tentang perikanan dan Mandalika, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (13/4/2015) malam.
Dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan seluruh menteri dari Kabinet Kerja, Sidang Kabinet Paripurna tersebut berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.
“Sidang paripurna itu membahas rancangan sementara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun 2016,” ungpak Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago.
RKP yang dibahas itu kata Andrinov, bagaimana melihat atau menjabarkan prioritas tahunan untuk tahun 2016, kemudian juga membuat rancangan sementara alokasi anggaran bersama Menteri Keuangan lalu mendengarkan masukan dan pesan-pesan dari presiden dan wakil presiden.
Dijelaskan Andrinov, arahan presiden adalah bagaimana program prioritas itu sekaligus harus mencerminkan pro rakyat dan pro perubahan dengan prioritasnya mengikuti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk sektor pangan terutama kedaulatan pangan, maritim dan kelautan, energi, dan industri dan pariwisata.
Sementara prioritas kewilayahan lanjut Andinov, digarisbawahi lagi oleh presiden bagaimana mempercepat pembangunan di daerah perbataaan, daerah pinggiran dan daerah pedesaan.
Andrinov menjelaskan, poin-poin RKP 2016 itu yakni pemaparan oleh Bappenas tentang permasalahan-permasalahan, tantangan-tantangan yang dihadapi, kemudian potensi yang dimiliki, serta peluang-peluangnya.
“Kita masih punya sumber daya di laut, di darat, nah sekarang bagaimana kita menggunakannya dengan cara yang lebih baik, itu tadi yang disampaikan,” kata Andrinov.
Untuk itulah sambung Adrinov lagi, disusun program bagaimana memanfaatkan sumber daya itu betul-betul untuk menjadikan Indonesia yang berdaulat, yang mandiri di bidang ekonomi, dan juga betul-betul untuk membangun masyarakatnya.
Ia menyebutkan, saran atau himbauan dari presiden dan wapres adalah memanfaatkan waktu 1 bulan untuk penyusunan RKP. Dalam penyusunan ini katanya, apa yang sudah bisa dievaluasi dengan program yang sudah berjalan dalam beberapa bulan itu juga akan dilakukan juga.
Terkait anggaran, Andrinov menjelaskan presiden berpesan agar tidak menggunakan metode menambah secara rutin, melinkan melihat berdasarkan kebutuhan prioritas, jangan melihat anggaran tahun kemarin lalu misalnya sekarang hanya ditambah 5%, 10% dan seterusnya.
Andrinov memperkirakan, RKP 2016 itu akan selesai akhir April, selesai sampai tahap Musrenbangnas sampai Mei nanti.
Soal evaluasi para menteri terkait kinerjanya, Andrinov mengaku secara khusus belum dibahas. Presiden jelas Andrinov, hanya mengkritik terkait apa yang sudah dilakukan oleh kementerian dengan uang yang ada.
“Tadi bukan sidang kabinet untuk mengevaluasi tapi untuk memaparkan rancangan sementara Rencana Kerja Pemerintah untuk tahun 2016, kemudian melihat kemampuan ekonomi kita, melihat pertumbuhan ekonomi, perkiraan penerimaan negara,” ungkap Andrinov.
Kemudian berdasarkan itu pungkas Andinov, rapat tersebut membahas bagaimana kita membiayai program-program yang sudah disusun.









