maiwanews – Keputusan Menteri Hukum dan HAM (Mekumham) Yasonna Loly menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono dinilai sebagai bentuk keberpihakan.
Putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menilai, keperpihakan Yasonna dalam kisruh Golkar karena sebagai kader PDI Perjuangan, ia menjalankan amanat partainya.
Sebagai kader PDIP kata Tommy, tidak ada yang bisa menjamin bahwa Yasonna dalam menjalankan tugasnya sebagai Menkumham tidak didasari dengan unsur politik.
Apalagi sambung Tommy, sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekaroputri bahwa semua kader PDIP baik di legislatif maupun eksekutif adalah petugas partai, maka status petugas partai juga melekat pada Yasonna.
Sehingga lanjut Tommy, sebagai petugas partai, Yasonna berkewajiban melaksanakan titak partai, termasuk memutuskan kepengurusan Partai Golkar.
“Sebagai Kader petugas partai wajib melaksanakan Titah Partai, termasuk memutuskan kepengurusan Partai Golkar,” tulis Tommy dalam akun Twitternya @HutomoMP_9, Rabu (15/4/2015).
“Kalau mau jadi pemulung jadilah pemulung yg berdedikasi ulet tidak mbulet, jangan memulung barang yg masih ada tuannya, Itu nyolong namanya,” sambung Tommy.
Gubernur Sulsel Tinjau Pengerjaan Jalan Hertasning
Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Dinas Pariwisata Makassar Gelar Forum Perangkat Daerah
Menhan AS-Korsel Bahas Pertahanan Gabungan Kedua Negara
TNI/Polri Gelar Patroli Gabungan di Lanny Jaya, Papua
Menkumham Yasonna Dapat Gelar kehormatan Sinatria Pinayungan Dari Boma









