Penjelasan TNI AD Soal Terbunuhnya Pratu Aspin Mallobasang di Gowa

maiwanews – Dua anggota TNI diserang oleh segerombolan orang tak dikenal (OTK) di lapangan parkir Syekh Yusuf, Jl. Masjid Raya Kel. Sungguminasa Kec. Sombaopu Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Minggu (12//2015) dinihari Wita.

Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, dalam pengeroyokan yang berujung penikaman terhadap 2 (dua) prajurit Kostrad pada Minggu (12/7) pukul 01 30 WITA itu, mengakibatkan salah seorang anggota TNI AD bernama Aspi Mallombasang meninggal dunia.

Kasad menjelaskan, dalam pengeroyokan terhadap Pratu Aspin Mallobasang (NRP 3110478111188 Tamtama Yonif 433 Kostrad) dan Pratu Fatku Rahman (NRP 31080198230888 Tamtama Denma Brigif L-3/K), menyebabkan Fatku Rahman mengalami luka tusuk dan Aspin Mallobasang meninggal dunia.

Kedua anggota Kostrad tersebut saat kejadian sedang melaksanakan cuti lebaran gelombang 1, karena cuti lebaran untuk anggota Satpur dan Satbanpur cuti dibagi 3 gelombang, yang bersangkutan cuti di daerah Gowa karena yang bersangkutan berasal dari daerah tersebut.

Pada malam itu yang bersangkutan sedang menonton festival bedug, tiba-tiba didatangi sekelompok OTK dengan ciri-ciri pelaku salah satunya berpotongan rambut pendek menggunakan kopiah, berbadan tegap dan mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio warna Silver hitam nopol tidak diketahui.

Mereka menanyakan beberapa hal, kemudian kedua anggota langsung ditusuk, 1 anggota berhasil melarikan diri dengan luka tusuk dan 1 anggota meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut Kasad menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian dalam pengungkapan kasus ini. Kasad sangat yakin Polisi sangat profesional untuk mengungkap kejadian tersebut.

“Kejadian pembunuhan yang tidak terlihat dan tidak ada saksi saja bisa terungkap, apalagi ini di depan umum,” kata Kasad dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12//2015).

Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada Kamis (2/7/2015) lalu, dimana lima anggota Patroli Komando Sabhara Polres Gowa diserang puluhan orang tak dikenal. Penyerangan tersebut menewaskan Brigpol Irvanuddin, serta melukai dua polisi lainnya, yakni Brigpol Usman dan Brigpol Mus Muliadi.