Jakarta – Partai Golkar berjanji akan tetap keras terhadap pemerintah, termasuk dalam kasus skandal Century meskipun ketua umumnya Aburizal Bakrie ditunjuk SBY sebagai
ketua harian koalisi, menyusul kesepakatan partai-partai koalisi pendukung pemerintah membentuk sekretariat bersama.
“Golkar akan tetap keras. Paling tidak saya yang akan keras,” kata anggota DPR dari Partai Golkar yang juga anggota Pansus Century, Agun Gunandjar kepada wartawan usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Mei 2010.
Menurut pria berkacamata itu, proses terhadap kasus Bank Century harus tetap dijalankan oleh penegak hukum. Bagi Golkar, mundurnya Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan RI, tidak dapat begitu saja menghapus tanggung jawab dalam kasus tersebut. “Salah atau tidak biarkan hukum yang memutuskan,” tegas Agun.
Aburizal Bakrie ditunjuk sebagai Ketua Harian Sekretariat Bersama Partai Pendukung SBY menggantikan Ketua Umm Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menko Perekonomian Hatta Radjasa, sementara Ketua Koalisi tetap dipegang Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menteri Koperasi dan UKM M. Syarif Hasan yang juga salah satu petinggi Partai Demokrat dipercaya memegang posisi sebagai Sekretaris Koalisi.
Paska pengumuman persetujuan pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan oleh SBY, sikap Golkar terhadap pemerintah terlihat berubah drastis. Ketua Fraksi Golkar Prio Budi Santoso dalam beberapa kesempatan mengatakan akan cooling down secara politis terkait kasus Century.
Sikap elit Golkar terutama wacana ingin “mempeti es-kan” kasus Century yang juga keluar dari mulut Priyo ditentang oleh politisi partai pendukung opsi C termasuk partai koalisi pemerintah, PKS dan PPP.
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 3kg Ganja, Tangkap 2 Pelaku
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
?Wali Kota Makassar Pastikan Seleksi Sekda Berjalan Transparan dan Profesional?
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki









