Pilkada Tuban: Menunggu ‘Pelantikan’ Kali Kedua Duo Petahana

BUPATI WAKIL BUPATI maiwanews, Tuban – Isu seputaran Pilkada Tuban terus bergulir. Meski baru tingkat isu dan spekulasi, dan susah pasti ada rival duo petahana, Fatkhul Huda-Noor Nahar Hussein yng kini menjbat bupati dan wakil bupati, yakni Zakky Mahbub-Dwi Susiantin Budiarti yang akan berjuang lewat jalur independen sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh KPUD setempat.

Pilkada Tuban yang akan dihelat serentak pada 9 Desember mendatang, aroma unggulan kandidat seperti sudah pasti siapa yang akn keluar sebagai pemenang. Mulai dari petani, bakul sayur, birokrat dan politisi tak lagi berspkeluasi dan menebak-nebak siapa calon yang diunggulkan. Ibaratnya, duo petahana tinggal menunggu pelantikannnya saja ntuk jabatan kali kedua.

Dari serangkaian wawancara yang dilakukan dalam beberapa hari belakangan,  ini nama Fatkhul Huda yang kini masih menjabat sebagai Bupati Tuban, tetap diunggulkan dan diprediksi bakal memenangi pilkada untuk menduduki jabatannya kali kedua.

Masyarakat Desa Rahayu, Kecamatan Soko, misalnya. Rating Bupati Huda menduduki ranking tertinggi dengan penilaian obyektif dan realistis. Peran Huda oleh warga setempat dinilai berandil besar memposisikan warga di sana menjadi bagian penting dari ‘komunitas’ PetroChina.

Jalinan harmonisasi antara warga setempat dengan perusahaaan pelaksana pengeboran minyak tersebut, memang pada awalnya memunculkan pernik dan konflik antara keduanya. Masyarakat menuding perusahaan tersebut, tak kooperatif dalam menjalin hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

“Sekarang, jalinan komunikasi itu sudah terbentuk sedemikian rupa. Hampir setiap persoalan, sekecil apa pun warga dilibatkan oleh PetroChina,” ungkap sejumlah tokoh pemuda setempat, “Jalinan kemitraan itu terbangun oleh peran Bupati Huda yang memfasilitasinya,” tambah dia.

Sementara itu, dari beberapa masyarakat di tingkat pemilih yang diwawancarai tetap menyatakan optimis memenangi pilkada mendatang. Kiai Huda, demikian masyarakat mengakrabi Bupati Huda, dianggap meletakkan dasar-dasar pemikiran penting memajukan Tuban ke depan.

Salah satunya, adalah memberdayakan masyarakat di tingkat pedesaan dalam bentuk pengucuran dana proyek-proyek yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

“Kondisi desa kami sekarang sudah lebih baik, dibandingkan sebelumnya,” kata beberapa tokoh masyarakat terkemuka di Desa Kedungmulyo, Keacamatan Bangilan.

Apa yang dilontarkan mereka, tidaklah berlebihan dan bermaksud mengharap sesuatu dari sang peetahana. Pernyataan mereka tulus dari keinginan mereka untuk menjaga harmoni di Kabupaten Tuban yang selama ini telah terjaga keutuhannya.

“Diminta atau tidak diminta, kami akan memberikan dukungan bagi kepemimpinan Kiai Huda. Kini dan di masa akan datang,” ujar beberapa orang kepala desa yang mengaku memposisikan diri dan pasang badan untuk kemenangan Bupati Huda.

Meki begitu, masyarakat calon pemilih tetap mengingagtkan agar Kiai Huda beserta dengn pasangannya Noor Nhr Hussein tidak terlena dan meremehkan rival yang bakal menentangnya. Kiranya sang bos sekali waktu perlu mendengarkan lagu Kelompok Lobo berjudul Coming from Behind? Segalnya bisa terjadi dan mnusia tidak pernah tahu apa yang menjadi rencana Tuban. (*)