maiwanews – Pertemuan Wakil Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadly Zon dengan pengusaha sekaligus kandidat presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dikritik sejumlah pihak termasuk dari lawan-lawan politiknya.
Namun pendapat berbeda disampaikan oleh Fahri Hamzah. Fahri yang juga merupakan Wakil Ketua DPR berpendapat, pertemuan Novanto dan Fadly dengan Trump adalah hal yang wajar.
Pertemuan dengan pengusaha seperti Trump kata Fahri, bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).
“Pak Jokowi akan terbang ke Timur Tengah, ke Arab Saudi, Uni Emirat, dan Qatar. Dia (Presiden Jokowi) pasti ketemu pengusaha, pemodal,” ucap Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2015).
Biasanya lanjut Fahri, anggota DPR yang bertemu pengusaha di luar negeri, akan menjelaskan situasi ekonomi Indonesia kepada pengusaha yang tertarik melakukan investasi.
Soal status Trump sebagai calon presiden AS, Fahri mengatakan, Donald Trump belum menjadi calon presiden secara resmi, sehingga pertemuannya dengan pimpinan DPR hanya sebatas predikatnya sebagai pengusaha.
Sebaliknya sambung politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, tampilnya pimpinan DPR di beberapa stasiun televisi Amerika justru merupakan hal positif yang bisa memberikan dampak keuntungan bagi Indonesia.
Fahri Hamzah menambahkan, hal berbeda jika pimpinan DPR itu terima suap. Biasanya lanjut Fahri, anggota DPR berkunjung untuk satu atau dua acara, dan sisanya digunakan bisa untuk ketemu pengusaha.
“Lagi pula, kalau Donald menang (jadi presiden AS) misalnya, kan ada memori untuk kita nantinya,” kata Fahri.
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Para Menteri Luar Negeri NATO Akhiri Dua Hari Pertemuan di Brussels
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Presiden dan Menteri ATR Bahas Isu Pertanahan
Presiden Instruksikan Kementerian ESDM Aktifkan Kembali Pengecer LPG, Ungkap Dasco









