maiwanews – Partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi JK yang sebelumnya bernama Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berubah menjadi Partai-Partai Pendukung Pemerintah (P4), kini kembali berubah nama.
Perubahan nama dari KIH ke P4 disebut-sebut untuk mengakomodasi Partai Amanat Nasional (PAN) yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai pendukung pemerintah namun tidak masuk ke KIH.
Belum lama menyandang nama P4, partai-partai yang terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), NasDem, Hanura, lalu ditambah PAN, kini berubah nama lagi menjadi Kerjasama Partai Politik Pendukung Pemerintah (KP3).
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto kepada wartawan mengatakan, perubahan nama tersebut merupakan prakarsa Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus koordinator KIH, Megawati Soekarnoputri.
“Kami dari KIH atas prakarsa Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai koordinator KIH, berpikir bahwa sebaiknya istilah KIH karena tidak relevan kita ganti dengan istilah KP3 itu singkatan dari Kerjasama Partai Politik Pendukung Pemerintah,” katar Wiranto di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).
Menurut Wiranto, nama KIH dan KMP pada dasarnya dibentuk saat pilpres hanya untuk mendukung salah satu calon presiden. Karena itu kata Wiranto, saat ini kedua istilah tersebut dianggap tak lagi relevan.
KMP dan KIH kata mantan Panglima TNI ini, tidak lagi menguntungan untuk melaksanakan suatu lompatan pembangunan ke depan.
Para Menteri Luar Negeri NATO Akhiri Dua Hari Pertemuan di Brussels
Jatim Jadi Piloting Evaluasi Belanja SPBE Pemerintah Daerah yang diadakan (Kemen PAN RB)
Blinken Sampaikan Dukungan Berkelanjutan Bagi Ukraina
Presiden Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul
Pemkot Makassar Raih Penghargaan 10 Pemerintah Daerah Terbaik GM-DTGI 2024









