Rekening Mencurigakan, Belum Apa-apa Polri Sudah Beladiri

Ito Sumardimaiwanews – Belum juga melakukan upaya apapun soal laporan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi sudah terkesan membela diri dengan mengatakan bahwa belum tentu rekening mencurigakan milik 15 petinggi Polri adalah hasil kejahatan.

Menurut Ito, bisa saja uang itu berasal dari transaksi yang halal. “Namanya data, itu harus kita dalami. Sekarang kita ada tim, itu harus ditelusuri dulu datanya dari mana. Apakah dapat dari hibah keluarga atau dari usaha dan sebagainya,” kata Ito di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu, 19 Mei 2010.

Meski demikian Ito berjani akan mengusut rekening mencurigakan itu.  Namun untuk membuktikan, kata Ito,  apakah rekening itu dari sebuah kejahatan perlu pembuktian lebih lanjut. Ia juga sudah diberi tugas oleh Kapolri untuk membentuk tim khusus mengusut hal tersebut.

Ito menjamin, pada akhirnya semua data yang diserahkan PPATK itu akan diproses secara serius. Namun, Ito meminta agar publik bersabar. “Selama ini kan jadi pertanyaan terus seolah-olah kita menyimpan. Karena penelusuran data itu ada yang mudah ada yang tidak,” uangkap jenderal bintang tiga ini.

Pada Selasa kemarin, Ketua PPATK Yunus Husein mengemukakan ada 15 rekening bahkan lebih sejak 2005, milik oknum Polri dari yang berpangkat brigadir hingga perwira tinggi yang diduga mencurigakan. PPATK sudah menyerahkan data itu ke Kejaksaan dan Kepolisian.

Keberadaan rekening mencurigakan milik petinggi Polri sebelumnya sudah terekspos ke publik, untuk itu, Kapolri juga benjanji akan menindaklanjutinya. Namun tak lama berselang, Polri sudah mengatakan bahwa rekening mencurigakan sebesar Rp 95 miliar itu tidak ada.

Polri baru mulai bereaksi kembali setelah ternyata kenyataan berkata lain, ketika PPATK justru melaporkan tentang adanya rekening mencurigakan dimaksud. Namun sayangnya, Polri terindikasi mulai mengarahkan persepsi bahwa uang itu kalau ada, bisa merupakan uang hibah atau hasil usaha.