KSN Menyuarakan 15 Tuntutan di Hari May Day

maiwanews – Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar demo di bawah Flyover, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Rabu (01/05/2024). Aksi ini digelar untuk memperingati Hari Buruh (May Day).

KSN dalam aksi, menyuarakan 15 Tuntutan, meliputi berbagai aspek penting salah satunya undang-undang ketenagakerjaan yang baru, dan upah yang layak.

15 Tuntutant tersebut, pertama, buat undang-undang pokok ketenagakerjaan yang baru dan lahir dalam proses yang demokratis dan berkeadilan. Kedua, hentikan politik upah murah UMP/UMK, wujudkan Upah Nasional yang manusiawi, ketiga, hentikan sistem kerja kontrak/outsourcing, wujudkan kepastian kerja. Keempat, bubarkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, wujudkan perlindungan sosial untuk rakyat tanpa syarat. Kelima, hentikan union busting/pemberangusan serikat, wujudkan kebebasan berserikat. Keenam, hapuskan digitalisasi otonomi ekonomi; Ketenagakerjaan; wujudkan wujudkan rasa aman untuk sentralisasi ketenagakerjaan.

Ketujuh, Proteksi Digitalisasi Ekonomi wujudkan rasa aman untuk menjaga harkat dan martabat sebagai bangsa yang berdaulat dan berbudaya. Kedelapan, hentikan yang merugikan pendidikan; Wujudkan Pendidikan Gratis, llmiah dan Demokratis bagi Seluruh Rakyat. Kesembilan, hentikan penggusuran dan perampasan hak petani; Wujudkan Reforma Agraria yang Sejati. Kesepuluh, cabut segala peraturan yang merugikan nelayan; Wujudkan perlindungan Nelayan untuk menjamin keberlangsungan hidup para nelayan Indonesia. Kesebelas, hentikan kerusakan lingkungan; Jaga Kelestarian Alam dari- Eksploitasi Sumber Daya Alam yang hanya menguntungkan segelintir orang (kelas pemilik modal).

Kedua belas, hentikan proyek apapun yang merusak tatatan masyarakat adat; Wujudkan Perlindungan Masyarakat Adat dari kekejaman modal yang fasilitasi pemerintah. Ketiga belas, hentikan kekerasan terhadap perempuan Indonesia; Wujudkan perlindungan dan jaminan berekspresi perempuan Indonesia dari segala bentuk diskriminasi. Keempat belas, tolak Kriminalisasi; Buruh, Tani, Nelayan, Miskin Kota, Masyarakat Adat, Perempuan, Pemuda, Mahasiswa yang berjuang untuk kemanusiaan; Wujudkan Keadilan Hukum tanpa Diskriminasi.

Dan kelima belas atau yang terakhir, menyerukan kepada seluruh kaum buruh dan rakyat pekerja se-nusantara melakukan konsolidasi gerakan untuk pembangunan kekuatan seluas mungkin dengan berbagai gerakan pemuda, mahasiswa, perempuan dan gerakan rakyatlainnya untuk tidak lelah memperjuangan masa depan yakni kesejahteraan sejati untuk semua.

Harapan dari aksi ini, agar pemerintah dan pihak terkait tidak hanya mendengar akan tetapi mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kondisi dan perlindungan bagi pekerja di seluruh Indonesia.

Aksi demo ini berdampak penutupan arah Jalan Urip Sumaharjo menuju Jalan Perintis Kemerdekaan. Massa demo memulai aksinya di Flyover sebagai titik kumpul, dan dilanjut ke Gedung DPRD Prov Sulsel. (*)