Disaksikan Pejabat dan Tokoh, GMBI dan FPI Bogor Sepakat Berdamai

maiwanews – Disaksikan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat, Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor sepakat berdamai.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengaku gembira atas terlaksananya perdamaian menyusul aksi pembakaran markas GMBI yang terletak di Ciampea, Kabupaten Bogor pada Jumat (13/1/2017) dinihari sekitar pukul 02.51 WIB.

“Alhamdulillah dari kedua belah pihak baik dari FPI maupun dari GMBI kita pertemukan, bersama-sama dari unsur masyarkat di wilayah Bogor,” kata AM Dicky di Aula Polres Bogor, Jl Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/1/2017).

AM Dicky menjelaskan, dalam acara duduk bersama dan berkumpul bersama-sama melakukan silaturahmi ini, dari pihak pemerintah hadir pihak TNI dan Polri, serta hadir pula ulama dan tokoh masyarakat. Semua pihak kata Dicky, sepakat agar kasus ini dilihat dan ditangani seadil-adilnya.

Dicky mengatakan, peristiwa pembakaran markas GMBI merupakan ulah sekelompok orang yang bukan dari FPI. Kata Dicky, sejauh ini sebenarnya tidak ada persoalan antara FPI Bogor dengan GMBI Bogor.

“Tidak ada permasalahan antara FPI Bogor dengan GMBI Bogor. Dari pihak FPI menyatakan bahwa anggota FPI tidak terlibat terkait dengan adanya aksi yang anarkis, pengrusakan, dini hari tadi,” ungkap Dicky.

Peristiwa pembakaran itu lanjut Dicky, mungkin saja terjadi karena ada masyarakat yang simpatik, responsif, dan reaktif tanpa ada yang memerintahkan dalam menyikapi pemberitaan di medsos terkait peristiwa yang terjadi di depan Mapolda Jawa Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat pembakaran markas GMBI itu, polisi mengamankan 20 orang. Polisi berjanji akan menindak tegas sesuai UU terhadap siapa saja yang terbukti telah melakukan pelanggaran dalam peristiwa itu.