
maiwanews – Pejabat berwenang China membantah pernah menahan tentara India. Pernyataan ini terkait bentrok militer kedua negara di wilayah Ladakh Himalaya beberapa waktu lalu. Ribuan tentara dari negara bertetangga itu, didukung truk-truk lapis baja dan artileri, telah lebih dari sebulan berhadapan dalam jarak sangat dekat di kawasan Ladakh dekat Tibet.
Bantahan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, disampaikan dalam sebuah konferensi pers Jum’at 19 Juni sebagai tanggapan terhadap pemberitaan media di India. Media massa India Kamis 18 Juni melaporkan China telah membebaskan 10 tentara India.
Zhao Lijian juga menuding pasukan India memprovokasi tentara China dan memicu bentrokan militer, mengakibatkan 20 orang tewas. India disebut bertanggung jawab atas insiden itu. Zhao menambahkan, kedua pihak sedang menjalin komunikasi baik melalui saluran militer maupun diplomasi. Zhao berharap India hubungan bilateral kedua negara dapat diperbaiki.
Konfrontasi di Lembah Galwan (bagian dari wilayah Ladakh) adalah konflik paling banyak menelan korban jiwa dalam 45 tahun sejarah pertikaian antara kedua negara.
Insiden itu merupakan konfrontasi pertama antara India dan China dengan korban jiwa sejak 1975. Militer India dalam sebuah pernyataan Selasa 16 Juni mengatakan bentrokan terjadi di Lembah Galwan di kawasan Ladakh, Senin malam 15 Juni, dan menimbulkan korban di kedua belah pihak. (VOA/ab/uh)
Ratas di Hambalang, Presiden Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Pentagon Kerahkan Brigade Stryker dan Batalyon Penerbangan ke Perbatasan Meksiko
Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia
Prabowo Subianto Tiba di Malaysia untuk Kunjungan Kenegaraan









