
maiwanews – Peluang berlangsungnya pertemuan informal Amerika Serikat (AS) dengan Iran terbuka setelah Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Abbas Araqchi Sabtu 20 Februari mengatakan pihaknya sedang mempelajari usulan Uni Eropa untuk mengadakan pertemuan anggota perjanjian nuklir.
Wamenlu Abbas dalam sebuah wawancara dengan media milik pemerintah mengatakan akan melakukan konsultasi dengan negara-negara mitra termasuk Rusia dan China.
Kedua negara belum menemukan kata sepakat mengenai langkah pertama untuk kembali ke perjanjian 2015. Bagi Iran, Amerika terlebih dahulu harus mencabut sanksi masa kepemimpinan Donald Trump. Sementara AS menilai seharusnya Iran terlebih dahulu mematuhi perjanjian tersebut.
Awal bulan lalu Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif mencoba memberi jalan tengah, ia mengusulkan agar kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengambil langkah-langkah sinkronisasi.
Salah seorang juru bicara pemerintah Iran menyampaikan keyakinannya bahwa Amerika akan mencabut sanksi-sanksi. Sementara Gedung Putih Jumat 19 Februari menegaskan tidak akan mengambil langkah sebelum dilakukan perundingan dengan Iran dan negara-negara berpengaruh. (VOA)
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Atlet Tenis dan Pembalap Porsche Bertemu di Ajang Porsche Tennis Grand Prix
Porsche Buka Pusat Klasik Pertama Jerman di Kassel









