
maiwanews – Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pernyataannya mengatakan “jangan tuduh Iran membuat bom, aktivitas Iran sepenuhnya damai”. Hal itu disampaikan pada peresmian proyek industri petrokimia nasional dari Kementerian Perminyakan di provinsi Fars, Bushehr, dan Markazi.
Presiden Rouhani menambahkan, kekhawatiran bahwa Iran melakukan pengayaan uraniun hingga 60 persen untuk membuat bom nuklir adalah salah. Iran dikatakan bisa saja memperkaya uranium hingga 90 persen, tapi tidak dilakukan.
“Anda tidak perlu khawatir atas hal-hal ini. Penuhi kewajiban Anda dan kembali ke hukum”, demikian ditegaskan Presiden Rouhani.
Pada kegiatan hari Kamis 15 April itu, Presiden Rouhani menegaskan ada beberapa tujuan dalam 100 hari terakhir. Diantaranya adalah meresmikan proyek nasional, perhatian terhadap kesehatan dan mata pencaharian rakyat, serta pencabutan sanksi.
Mengenai upaya pemerintah untuk mencabut sanksi, Presiden Rouhani mengatakan sedang dilakukan upaya diplomasi, para diplomat berada di Wina untuk bernegosiasi.
Ia mengaskan tidak ada cara bagi Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam JCPOA selain kembali sepenuhnya ke Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 dan sepenuhnya melaksanakan kewajiban mereka berdasarkan kesepakatan nuklir.
Iran dikatakan akan kembali pada komitmen sebagaimana perjanjian nuklir 2015 setelah komitmen AS diimplementasikan secara penuh. Kesepakatan nuklir 2015 disebut juga dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA). (Kantor Presiden Iran)
Gubernur Sulsel Resmikan 3 Ruas Jalan di Bone
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Pjs Wali Kota Makassar Sambut Kedatangan Studi Banding Pemkot Bontang
Kakanwil Kemenkumham Jatim Harap Kedisiplinan Tumbuh Dari Pribadi Pegawai
Danlantamal VI melaksanakan Kunjungan Kehormatan ke Bupati Bone-Sulsel









