DPRD Minta Disnak Jatim Antisipasi Kasus Antraks di Tulungagung

maiwanews – Jelang perayaan Idul Kurban 1442 H salah satu daerah di Jatim, tepatnya di Kabupaten Tulungagung ditemukan kasus  27 hewan ternak (Sapi dan Kambing) mati secara mendadak. Berdasarkan hasil uji laboratorium, diketahui jika seekor sapi yang mati tersebut dinyatakan positif Antraks.

Maka itu Komisi B DPRD Jatim meminta kepada Pemprov Jatim melalui dinas terkait supaya  mengambil langkah antisipasi agar kasus Antraks di Kabupaten Tulungagung tidak menyebar ke daerah-daerah lain di Jatim.  Selain itu Komisi B DPRD juga meminta Disnak segera melakukan tracing dan pengendalian kesehatan ternak kurban di Jatim. “Makanya Disnak Jatim dan Disnak Kabupaten/Kota harus melakukan upaya untuk memastikan  hewan kurban di Jatim benar-benar sehat,” tegas Gus Iwan yang juga anggota komisi B DPRD Jatim ini. Karena penyakit Antraks memiliki potensi penularan yang sangat besar, dan juga bisa menular ke manusia.

Penjelasan terpisah drh Diana Devi Mkes Kabid Kesehatan Hewan Disnak Jatim, Kasus Antraks yang terjadi di Kabupaten Tulungagung dari hasil pemeriksaan sampel darah oleh Balai Veteriner Wates Yogjakarta, Hewan ternak yang mati mendadak sebanyak 27 ekor ternak terjadi sejak bulan Februari sampai Mei 2021 di Desa Pagerwojo Tulungagung, dan hanya 1 ekor yang positif Antraks.

“Daerah Se-Jatim secara rutin setiap tahunnya sudah dilakukan pencegahan dengan vaksinasi Antraks,” jelas Diana. Dia menambahkan untuk peternak dan masyarakat pihaknya sudah melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Antraks. Jadi harus ada keterangan dan uji bebas Antraks  khususnya ternak yang berasal dari daerah beresiko ujar Diana. (FL/Diskominfo Jatim)