Anggota DPR Minta Garuda Indonesia Diselamatkan Dari Kebangkrutan

maiwanews – Terlilit utang dari banyak pihak, Garuda Indonesia saat ini terancam bankrut. Jumlah utang maskapai ini diperkirakan mencapai Rp70 triliun. Kondisi itu diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, lalu utang bertambah serta negosiasi dengan lessor buntu.

Ancaman kebangkrutan maskapai plat merah ini sudah di depan mata. Bahkan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham mayoritas, tampaknya mulai kewalahan mencari jalan keluar untuk menyelamatkan maskapai yang berdiri sejak 1949 itu.

Namun begitu, anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengaku optimis. Menurutnya, masih ada secercah harapan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia sebagai kebanggaan negara dari ancaman kebangkrutan.

Dalam rapat Komisi VI DPR RI yang akan datang kata dia, dirinya bertekad akan mengajak semua pemangku kepentingan untuk gotong royong serta bahu-membahu guna menyelamatkan Garuda Indonesia.

“Jadi ada celah Garuda bisa melangsungkan usahanya dan mencari jalan yang tepat untuk memenuhi kewajibannya membayar utang. Kami bertekad dalam rapat komisi, mendorong Garuda tetap jadi flag carrier negara dan dipertahankan sebagai kebanggaan bangsa Indonesia,” kata Herman dalam pernyataan persnya, Selasa (26/10/2021).

Saat ini kata Herman, emiten pelat merah ini tengah menghadapi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kedua terhadap kreditur global. PKPU merupakan skema restrukturisasi utang Garuda sebesar Rp70 triliun dari total utang senilai Rp140 triliun.

Opsi ini lanjutnya, menjadi pilihan utama sebelum pemegang saham mayoritas, yakni Kementerian BUMN menempuh langkah pailit. Isu penyelamatan lain pun mulai muncul ke publik, yaitu mengganti Garuda Indonesia dengan PT Pelita Air Service (PAS), maskapai penerbangan carter yang semula digagas PT Pertamina (Persero).

Sayangnya sambung politisi dari Partai Demokrat ini, pemerintah belum mau membuka suara secara utuh mengenai rencana penyelamatan maskapai ini.