MaiwaNews – Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu hari ini menerima kunjungan kerja Menteri Perindustrian dan Perdagangan Mozambik, Antonio Fernando. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Mozambik dan sekaligus balasan atas kunjungan Mendag RI ke Mozambik pada bulan Mei 2006.
Salah satu agenda kunjungan kerja Menteri Fernando dalam pertemuan bilateral dengan Mendag Mari Pangestu adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) on Trade Promotion Cooperation dan Joint Statement antara kedua Menteri. MoU ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Mozambik.
“Indonesia memandang sudah saatnya antara kedua negara membangun suatu kolaborasi strategis, yang dapat disebut sebagai kerjasama Selatan-Selatan yang lebih produktif. Dalam skema kerjasama ini, delegasi pemerintah dan swasta dari Indonesia dan Mozambik dapat menggali berbagai cara dan peluang agar kedua negara mendapatkan manfaat yang lebih baik. Kerjasama ini perlu didorong dan terus dikembangkan untuk membuka akses pasar yang lebih lancar ,” kata Mendag.
Mendag lebih lanjut menyatakan bahwa salah satu bentuk kerjasama yang dibicarakan pada pertemuan kedua Menteri tersebut adalah usulan untuk membentuk kerjasama potensial di bidang industri pengolahan. Di dalam skema kerjasama ini, akan digali konsep forward processing dimana Indonesia akan mengimpor bahan mentah dari Mozambik sebagai bahan baku yang akan diolah di Indonesia untuk diekspor kembali ke Mozambik sebagai barang setengah jadi atau barang jadi dengan tarif preferensi. Pada tahap awal kerjasama ini akan dimulai di bidang kapas serta Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).
Pada pembicaraan kerjasama perbankan, kedua Menteri memandang bahwa dalam rangka memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dari kedua negara untuk melakukan transaksi dagang dan investasi, perlu dilakukan kerjasama perbankan. Kerjasama ini merupakan upaya untuk mengatasi resiko pembayaran dan penyampaian barang yang timbul dari sistem pembayaran langsung atau tidak menggunakan Letter of Credit (L/C).
Selain Menteri Fernando, delegasi Mozambik yang terdiri dari pejabat dan beberapa pengusaha juga melakukan pertemuan bilateral dengan instansi terkait, yaitu Menteri Negara UKM dan Menteri Perindustrian RI serta direncanakan akan menandatangani MOU on Cooperatives, Small and Medium Enterprises Development Cooperation dan MOU on Industrial Technical Cooperation.
Selain itu, dilakukan juga seminar bisnis bertajuk “Opportunities for business and investment Mozambique-Indonesia” bekerja sama dengan KADIN Indonesia dan Badan Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, dimana Menteri Industri dan Perdagangan Mozambik memberikan presentasi mengenai peluang yang ada di Mozambik dan dilanjutkan dengan pertemuan one on one business dengan pelaku usaha Indonesia. Selanjutnya, Delegasi Mozambik berkunjung ke kawasan industri serta beberapa pabrik di beberapa daerah Indonesia, seperti pabrik garmen dan packaging untuk mempelajari lebih lanjut kemungkinan kerjasama bilateral.
Kedua Menteri juga memandang bahwa total perdagangan kedua negara pada tahun 2009 sebesar US$ 39,5 juta, masih belum mencerminkan potensi yang dimiliki oleh kedua negara. Untuk itu perlu dilakukan upaya peningkatan perdagangan melalui penghapusan berbagai hambatan perdagangan antara lain seperti pembentukan kerjasama fasilitas perdagangan dan dukungan transportasi yang memadai.
Produk Indonesia yang diekspor ke Mozambik antara lain minyak kelapa sawit dan fraksinya; sabun; bahan aktif-permukaan organik (selain sabun); register; buku daftar, buku kas, buku catatan; asam lemak monokarboksilat industri. Sementara itu, produk yang diimpor oleh Indonesia dari Mozambik antara lain adalah kapas, kacang tanah, dan tembakau belum dipabrikasi.
Sanksi AS Menarget Perdagangan Minyak Iran-Tiongkok
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Prabowo Akan Terima Kunjungan Resmi Albanese
Munafri Arifuddin Tegaskan Profesionalisme Penunjukan Plt Direksi Perumda Makassar
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia









