
maiwanews – Organisasi lingkungan hidup independen non-profit Walhi Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di jalan layang Urip Sumoharjo pada hari Sabtu tanggal 6 November sekitar pukul 11:00 WITA.
15 orang anggota Walhi Wlsel (Wahana Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan) pada demonstrasi di area Kecamatan Panakkukang Kota Makassar itu dipimpin Memet selaku korlap (koordinator lapangan).
Pendemo menyebut aksi itu dilakukan untuk menyikapi penyelenggaraan COP26 di Glasgow Skotlandia. KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) COP (Conference of the Parties) merupakan pertemuan pemimpin negara-negara dunia untuk membahas isu perubahan iklim.
Dalam aksinya para pengunjuk rasa melakukan orasi, menuntut agar menyikapi isu lingkungan perubahan iklim tidak hanya menjadi ajang negosiasi elit, melainkan wadah untuk menentukan nasib bumi. Selain itu mereka menuntut penghentian ekspansi tambang nikel.
Para demonstran juga mendesak pemerintah menyelamatkan hutan tropis Sulsel, menyuarakan bahwa Indonesia darurat krisis ikim, refortasi hutan Sulsel, serta mengesahkan UU (Undang-Undang) Masyarakat Adat.
Pada pukul 11.35 WITA, massa bergeser ke kantor DPRD Provinsi Sulsel. Ditempat itu massa kembali melakukan orasidan membentangkan spanduk berisi tuntutan. (andik)
Peringatan Hari Kartini 2025 di Sulsel: Seruan untuk Perempuan Terus Berkarya
Bea Cukai Malang Terus Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Sikapi Penguasaan Tanah Adat Kajang Oleh PT Lonsum, Komisi B DPRD Sulsel Gelar Rapat Dengar Pendapat
Polisi di Jakarta Siapkan 1.477 Personel, Amankan Unjuk Rasa









